|
Menu Close Menu

Wawali Tidore : Komentar Wagub Soal DOB Sofifi Ibarat Membeli Kapal

Senin, 20 Mei 2019 | Mei 20, 2019
Wakil Walikota Tidore, Muhammad Sinen
TIDORE – Komentar Wakil Gubernur Provinsi Maluku Utara Al Yasin Ali mengenai pembentukan daerah administratif Kota Sofifi tanpa harus menunggu pencabutan moratorium, dinilai merupakan sebuah sensasi tanpa substansi.

Hal ini diungkapkan Wakil Walikota Kota Tikep Muhammad Sinen bahwa statemen M. Al Yasin Ali tidak substansi mengenai administratif kota sofifi, karena  berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang pemerintah daerah  saat ini sudah tidak ada lagi yang namanya daerah administratif, yang ada hanyalah daerah persiapan yang disebut sebagai Daerah Otonomi Baru (DOB).

Maka dari itu, statemen wagub dapat memicu konflik di tengah-tengah masyarakat mengenai pemekaran kota Sofifi. Mengingat, semangat pembentukan DOB Sofifi ini sudah melalui proses yang panjang dan telah disiapkan oleh pemerintah daerah, sehingga menunggu waktu yang tepat untuk melakukan pembicaraan dengan pihak kesultanan mengenai maklumat.

“Membentuk DOB ini tidak seperti membeli kapal yang hanya panggil kepala Dinas Perhubungan, Bagian Umum dan Sekda kemudian kita lakukan pembelian. tetapi bicara DOB ini, kita akan panggil banyak pihak terutama pihak kesultanan untuk duduk secara bersama guna meminimalisir potensi konflik yang nanti akan berkembang di masyarakat, jadi pak wagub nanti baca aturannya secara baik baru bicara,” tutur Muhammad Sinen.

Menurutnya, pembentukan DOB Sofifi, Pemerintah Provinsi tidak memiliki kewenangan untuk mengintervensi. Pasalnya soal pemekaran tentu membutuhkan persetujuan dari DPRD dan rekomendasi pemerintah daerah Kota Tidore Kepulauan dengan mempertimbangkan luas wilayah dan kepadatan penduduk, beserta fasilitas penunjang pada daerah persiapan otonomi baru.

“Kalau Provinsi mau serius perhatikan Tidore, buktikan keseriusan mereka melalui alokasi APBD terkait dengan pembangunan jalan mulai dari Desa Kayasa sampai Nuku, bukan malah berkomentar sesuatu yang akan memunculkan kegaduhan, karena DOB Sofifi itu maklumat Sultan menolak keras, maka dari itu pemerintah daerah membutuhkan waktu untuk duduk bersama dicarikan solusi bukan dengan mengedepankan kesombongan,” tukasnya.

Muhammad Sinen meminta M. Al Yasin Ali agar segera menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Tidore mengenai statemen yang dia keluarkan tanpa mempertimbangkan banyak aspek. 

“Sebagai partai pengusung tentu menjadi benteng terhadap pemerintahan AGK-Yasin.  Jadi kalau kesalahan yang mereka berdua lakukan tentu partai ini akan mendapat dampaknya, karena mereka berdua jadi Gubernur dan Wagub itu karena Partai,” tutupnya. (dar)

Bagikan:

Komentar