|
Menu Close Menu

Perumda Kota Tikep Diharapkan Mampu Melindungi Petani

Selasa, 25 Juni 2019 | 20.55
Kantor Perumda Mandiri Kota Tidore Kepulauan
TIDORE -  Musim panen cengkeh merupakan sebuah karunia bagi petani cengkeh khususnya di Kota Tidore Kepulauan. 

Meskipun demikian, dikabarkan harga cengkeh  mengalami penurunan berkisar Rp. 68 ribu per kilo. Hal itu tersebut ditanggapi Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kota Tikep Saiful Bahri Latif bahwa mengenai harga cengkeh, Disperindagkop tidak memiliki kewenangan untuk mengintervensi, karena itu sudah menjadi hukum pasar. 

Karenanya, kata Saiful persoalan proteksi harga dari hasil pertanian sudah barang tentu menjadi kewenangan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Aman Mandiri yang dibentuk oleh Pemerintah Daerah Kota Tikep.

“Yang bisa mengintervensi pasar adalah Perumda, karena semangat pemerintah mendirikan tidak lain adalah melindungi petani sehingga petani mendapatkan harga yang wajar, kalau kami di sini hanya sebatas membuat regulasi dan melakukan monitoring,” terang Saiful.

Di sisi lain, alokasi anggaran ke Perumda sejak  tahun 2017 hingga 2019 yang sudah mencapai 10 milyar. Itu sebabnya, Perumda diharapkan bisa memaksimalkan anggaran tersebut untuk menjawab kebutuhan petani, sehingga memasuki musim panen petani tidak merasa tercekik dengan permainan yang dilakukan oleh tengkulak, kata Saiful (dar)

Bagikan:

Komentar