Aksi Pengeroyokan Dua Siswa SMA Negeri 3 Tikep Dilaporkan ke Polisi

Editor: Admin author photo

 
Korban Frendi bersama orang tuanya melaporkan pengeroyokan ke Polres Tikep
TIDORE -  Frendi Pelealu (14) babak belur dikeroyok dua orang oknum pelaku yang masih berstatus sebagai pelajar. Insiden pengroyokan itu terjadi, ketika Frendi, Siswa Kelas I SMK Negeri 1 Kota Tidore Kepulauan ini pulang dari sekolah. Rabu (31/7/2019).

Tepat di halaman rumah korban, dua oknum pelaku berinisial RA alias Rendi (16) dan ST alias Salahudin (16) yang masih terdaftar sebagai siswa SMA Negeri 3 Kota Tidore Kepulauan ini langsung melayangkan pukulan ke wajah korban berulang kali. Akibatnya, Frendi menderita luka lebam di pipi bagian kiri dan kanan, korban juga mengeluhkan rasa sakit di bagian kepala.

Kasus ini kemudian dilaporkan orang tua korban di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Tidore Kepulauan, lantaran  tidak terima perbuatan pidana yang dilakukan oleh kedua pelaku.

Berdasarkan keterangan Frendi Pelealu bahwa pada tanggal 30 Juli kemarin, dirinya mendatangi  SMP Negeri 1 Kota Tikep untuk mengambil ijazah miliknya, usai mengambil ijazah korban langsung balik ke rumah, di tengah perjalanan kedua pelaku bersama rekan-rekannya memanggil dirinya, namun korban yang hendak pulang ke rumah untuk mengantarkan ijazahnya tidak lagi menghampiri kedua pelaku.

Ternyata kedua pelaku menyimpang dendam, berawal dari situlah mereka melakukan pengroyokan terhadap dirinya.

“ Kejadiannya di halaman rumah saya, kedua pelaku datang tiba-tiba langsung memukul, saya dipukul tidak tidak sempat balas, karena satu pelaku menangkap saya dari belakang, satu pelaku lagi melayangkan pukulan, jadi saya tidak bisa lagi bergerak,” ungkap Frendi kepada wartawan media in, usai melaporkan kasus yang menimpah dirinya di Polres Tikep.

Sementara saksi mata, ibu korban Sandra Paputungan, dalam keterangan kepada wartawan di halaman Polres Tikep menyebutkan dirinya tidak mengetahui insiden tersebut menimpah anaknya, karena saat kejadian ibu korban berada di dalam rumah, mendengar teriakan korban meminta tolong di pentras rumah (TKP). Ia pun bergegas keluar dari dalam rumah, ternyata teriakan itu adalah anaknya yang sedang dikeroyok kedua pelaku.   

" Kebutulan saya ada di dalam rumah dan mendengar suara teriakan minta tolong di pentras rumah, dan saya langsung  keluar dan  melihat dua orang (pelaku) itu pukul anak saya, langsung saya teriak kenapa ngoni pukul anak saya, ketika kedua pelaku itu mendengar suara saya mereka langsung melarikan diri,” terang Sandra ketika mendampingi korban di kantor polisi.

Sandra menegaskan kasus yang menimpah anaknya harus diproses hukum, agar menjadi efek jera bagi kedua pelaku.

“ Sebagai ibu, saya tidak terima perbuatan yang di lakukan oleh kedua pelaku ini terhadap anak saya, dan saya bersama keluarga sudah bersepakat agar kasus ini di proses, biar ada efek jera bagi kedua pelaku,” tegasnya. (dar)

Share:
Komentar

Berita Terkini