Geram Oba Minta DPRD Evaluasi Perusda Aman Mandiri

Editor: Admin author photo
Ibrahim Yakub 

TIDORE - Perusahan Daerah (Perusda) Aman Mandiri Kota Tidore Kepulauan (Tikep) dinilai tidak memiliki fungsi berkaitan dengan anjloknya harga komoditas seperti kopra dan cengkeh.

Ketua Bidang P.A.O Generasi Muda Oba (Geram) Kota Tikep, Ibrahim Yakub, menyatakan anjloknya harga kopra beberapa waktu lalu sampai saat ini. Perusda dinilai lambat menangani persoalan harga hasil bumi.

Dengan begitu, harga kopra masih stagnan pada level Rp. 3000-3800. Tak hanya itu, petani juga mengeluh anjloknya harga cengkeh berkisar Rp 70-60 ribu, tentunya hal ini menambah beban para petani untuk memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari. Jika kondisi berlangsung lama akan berpengaruh pada angka kemiskinan yang tidak sebanding dengan pertumbuhan ekonomi Kota Tidore Kepulauan

"Harusnya dari pengalaman anjlomknya harga kopra itu Pemkot Tikep dalam hal ini perusda sebagai lembaga bantu pemerintah daerah setempat sudah dapat mengantisipasi agar hasil bumi lainnya tetap stabil dan tidak meresahkan masyarakat Kota Tikep,” ungkap IbrahimYakub kepada nusantaratimur.com. Selasa (2/7/2019).

Lanjut Ibrahim, dari semua itu tentunya menggambarkan bahwa pemerintah daerah dalam menghadirkan perusda bukan sebagai solusi bagi masyarakat, namun sebaliknya perusda merupakan beban anggaran sekaligus institusi yang gagal mengayomi aspirasi kebutuhan masyarakat.

“ Geram Oba secara kelembagaan mendesak berharap DPRD Kota Tikep segera mengevaluasi kinerja perusda yang dinilai gagal. Dan kepada Pemkot Tikep secepat mungkin menangani masalah anjloknya harga cengkeh dan kelapa di daratan Oba,” tegas Ibrahim. (dar)






Share:
Komentar

Berita Terkini