|
Menu Close Menu

Gubernur Malut Diminta Bertindak Cepat Tangani Korban Gempa

Selasa, 16 Juli 2019 | Juli 16, 2019

TERNATE- Dewan Pengurus Derah (DPD) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Maluku Utara (Malut) mendesak Gubernur Abdul Gani Kasuba cepat bertindak menangani korban gempa bumi di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel).

Mengingat gempa bumi berkekuatan 7,2 SR sekitar pukul 17 : 30 WIT pada 14 Juli 2019 kemarin yang mempropagandakan wilayah Gane dan Pulau Bacan dengan korban ditaksir ribuan bangunan rusak parah, ratusan korban luka-luka dialami warga serta empat orang dinyatakan meninggal dunia.

 " Halsel berduka adalah duka kita semua, kerena itu kami mendesak Gubernur cepat bertindak," tegas Ketua Bidang Hikmah DPD IMM Malut Abdul Najar kepada media ini, (16/7/2019).

Abdul menyatakan, di berbagai media diinformasikan meski pihak Pemerintah Kabupaten Halsel melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah dibantu berbagai relawan, mulai bergerak menangani korban gempa tersebut namun dianggap belum maksimal. Sebab data korban gempa baik material dan non material belum terkafer secara keseluruhan.

Ironinya lagi ribuan warga menjadi korban dan mengungsi di pegunungan dalam kondisi emergensi.

" Para pengungsi butuh obat, makanan, pakaian, dan kebutuhan mendasar lainya. Karena itu DPD IMM Malut berharap Gubernur cepat bertindak memberi bantuan sebelum korban bertambah," tandas Abdul Najar.

Data sementara dilansir nusantaratimur.com saat berada di lokasi kejadian wilayah Gane, Selasa (16/7) sekitar pukul 01.30 dini hari, korban meninggal dunia berjumlah empat orang, terdiri dari dua orang dari Desa Gane Luar, Kecamatan Gane Timur Selatan, Aina Amin (58) dan Biji Siang (63), dan  satu korban dari Desa Gane Dalam Kecamatan Gane Barat Selatan, atas nama Asfar Mukmat (21), serta Saima Mustafa (90) Warga Desa Nyonyifi Kecamatan Bacan Timur yang meninggal di lokasi pengungsian.

Untuk korban luka-luka  berjumlah 51 orang dari Desa Gane Dalam, terdiri dari 49 orang luka ringan dan 2 orang luka berat, Desa Pasipalele 6 orang luka ringan, sementara Desa Tawa jumlah korban luka-luka 28 orang terdiri dari 3 orang luka berat dan 25 orang luka ringan. Sementara untuk kerusakan bangunan baik fasilitas umum maupun pemukiman warga yang terdapat di tiga desa, sebanyak 587 unit bangunan yang rusak.

Terdiri dari, Desa Gane Dalam Kecamatan Gane Barat Selatan  219 unit bangunan, Desa Pasipalele 248 unit bangunan, dan Desa Tawa sebanyak 130 unit bangunan.  Selain itu terdapat pula, tempat ibadah, sarana pendidikan, sarana kesehatan, dan  jambatan laut yang ada disejumlah desa juga ambruk. (cul)

Bagikan:

Komentar