Gubernur Malut : Korban Gempa Tidak Perlu Resah, Pemerintah Bersama Kalian Semua

Editor: Admin author photo
Gubernur Malut KH. Abdul Ghani Kasuba temui warga korban gempa di pesisir Halmahera Selatan (Foto: Nacy)
SAKETA- Gempa bumi berkekuatan 7,2 Magnitudo yang menimpa wilayah Halmahera Selatan, Gane barat dan sekitarnya pada Minggu 14 Juli 2019, menyimpan duka yang mendalam.

Kerja sama Pemerintah Maluku Utara,  TNI/Polri, BNPB, Basarnas dan pihak swasta akhirnya mengambil langkah cepat dengan mendirikan posko di beberapa titik. Hal itu untuk melakukan pendataan serta bantuan kemanusiaan dan  distribusi logistik berupa tenda, terpal, selimut, beras, air minum serta bahan makanan lainnya. Gubernur pun langsung mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Nomor 393/KPTS/MU/2019 tertanggal 17 Juli 2019 tentang Situasi Tanggap Darurat Pasca Gempa di Kabupaten Halmahera Selatan.

Alhamdulillah dari hasil koordinasi pemprov Malut dan pemerintah pusat,  Mensos Agus Gumiwang Kartasasmita, Kepala BNPB Doni Monardo di dampingi Gubernur KH. Abdul Gani Kasuba Lc, Pangdam Pattimura, Kapolda, Danrem 152/Babullah dan unsur Forkompimda lainnya langsung turun kelapangan mengecek secara langsung keberadaan pengungsi di beberapa lokasi yang terkena dampak gempa.

Gubernur Maluku Utara KH. Abdul Ghani Kasuba dalam kunjungan di sejumlah desa yang terkena dampak gempa bumi untuk memberikan bantuan kepada korban gempa.

Tidak hanya itu, beberapa hari kemudian, gubernur juga memborong sejumlah OPD dan beberapa unsur Forkompimda  untuk kembali meninjau masyarakat yang berada di tenda pengungsian. Kali ini Gubernur melakukan peninjauan ke  Desa Liaro, Piga Raja, Yomen, Pasipalele dan lainnya.

" Kedatangan saya ini, ingin memastikan dan melihat secara langsung kondisi pengungsi yang ada di tenda-tenda. Dan saya sampaikan, masyarakat tidak perlu resah, apa lagi takut. Pemerintah bersama kalian semua," ungkapnya.

Gubernur mengajak seluruh elemen masyarakat, TNI/Polri, pihak swasta untuk turut serta membantu meringankan beban masyarakat pasca gempa dan saat pemulihan.

"Saya berterima kasih kepada seluruh komponen bangsa, TNI/Polri, BNPB, Basarnas, BUMN, Perusahaan swasta, tim relawan, organisasi/NGO, dan seluruh stakeholders yang telah dengan sukarela membantu masyarakat kami di Halmahera Selatan yang terkena musibah gempa bumi ini," ungkapnya.

Pemerintah provinsi Maluku Utara dan seluruh tim penanggulangan bencana memastikan bahwa semua titik pengungsian yang ada di Halmahera Selatan telah tertangani dengan baik dan juga telah dilakukan pendistribusian logistik (bahan makanan) yang telah diterima oleh masyarakat korban gempa.

Berdasarkan data yang diperoleh dari posko utama (Kalumpang Ternate) pada tanggal 24 Juli 2019 tercatat sebanyak, 11 Kecamatan, 66 Desa yang mengalami dampak gempa tersebut, tercatat;
  1. Kecamatan Gane Timur Tengah: Desa Tagea, Tabahidayah, Luim, Lelewi
  2. Kecamatan Kepulauan Joronga: Desa Yomen, Kurunga, Liboba Hijrah, Kukupang, Gonone, Pulau Gala, Tawabi.
  3. Kecamatan Gane Barat Utara: Desa Dolik, Suka Damai, Tokaka, Boso.
  4. Kecamatan Bacan Barat: Desa Kusubibi.
  5. Kecamatan Gane Barat: Desa Doro, Koititi, Cango, Saketa, Balitata, Oha, Papaceda, Lemo Lemo, Bumi Rahmat, Tabamasa.
  6. Kecamatan Gane Timur Selatan: Desa Gaimu, Gane Luar, Kuwo, Ranga Ranga, Sawat.
  7. Kecamatan Gane Barat Selatan: Desa Awis, Dowora, Gane Dalam, Jibubu, Pasipalele, Sekely, Tawa, Yamli.
  8. Kecamatan Bacan Timur Selatan: Desa Wayaua, Silang, Liaro, Pigaraja, Wayakuba, Tabangame, Tabajaya.
  9. Kecamatan Bacan Timur Tengah: Desa Wayatim, Tomara, Tutupa, Tabapoma, Bibinoi, Songa, Tawa.
  10. Kecamatan Bacan Timur: Desa Babang, Sayoang, Nyonyofi, Sabatang, Goro goro, Sali Kecil, Tomlinga, Bori, Wayamiga, Kaireu.
  11. Kecamatan Bacan: Desa Labuha, Amasing Kali, Indomut.
44.063 orang mengungsi yang masih berada dipengungsian. 12 orang meninggal dunia, 34 orang luka berat, 95 orang luka ringan. Rumah rusak: (Rusak ringan 1.565 dan Rusak berat 1.211), Fasilitas Umum (Rusak ringan 44 dan Rusak berat 42).

Share:
Komentar

Berita Terkini