|
Menu Close Menu

KPA Malut Minta Polisi Proses Hukum Pelaku Aborsi

Rabu, 10 Juli 2019 | 21.33


Janin bayi yang digugurkan pelaku aborsi berinisial SD di sebuah kos-kosan di kawasan Kelurahan Dufa-Dufa, Ternate
TERNATE – Komisi Nasional Perlindungan Anak (KPA)  Provinsi Maluku Utara meminta penegak memproses hukum pelaku aborsi terhadap bayi di kandungannya yang baru berusia 6 (enam) bulan.

Juru bicara KPA Provinsi Maluku Utara, Wahyudi Yahya mengatakan Polres Ternate harus menerapkan hukuman yang setimpal sesuai dengan Undang-undang perlindungan anak.

”Keberadaan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, sudah mempertegas perlunya pemberatan sanksi pidana dan denda bagi pelaku kejahatan terhadap anak terutama kepada pelaku kejahatan pembunuhan anak, apalagi ini anak yang masih dalam kandungan.” ungkap alumnus akademi pimpinan perusahaan (APP) Jakarta ini.

Selain itu, jubir KPA Malut ini, berharap agar Polres Ternate dapat memfasilitasi kedua pelaku tersebut agar dapat disatukan dalam ikatan pernikahan.

”Kedua pasangan ini telah mencederai nama baiknya sendiri. Sehingga perlu dan penting untuk menyelamatkan nama baik mereka sendiri, maka perlu dinikahkan oleh keluarga dari kedua pasangan muda-mudi ini,” harapnya.

Untuk itu, Wahyudi berharap agar semua pihak dapat berperan aktif dalam perlindungan anak di Maluku Utara, sehingga anak di Maluku Utara benar-benar dijamin dari tindakan kekerasan.

“Kami menghimbau kepada seluruh komponen masyarakat di Maluku Utara agar dapat berpartisipasi dalam perlindungan anak, agar anak-anak kita bisa terhindar dari segala bahaya yang tidak kita inginkan bersama,” harapnya.

Kasus dugaan menggugurkan janin bayi berumur 6 bulan ini dari hasil hubungan gelap dilakukan sepasang sejoli berinisial MS (24) dengan pacarnya inisial SD (23) yang masih berstatus sebagai mahasiswa di satu perguruan tinggi di Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara.

Kedua tersangka diciduk di salah satu kos-kosan di Kelurahan Dufa-Dufa, Kecamatan Ternate Utara, Selasa (9/7/2019). 

Berdasarkan keterangan tetangga kamar pelaku inisial SM kepada awak media bahwa sekira pukul 18.00 WIT, bahwa terduga pelaku kondisi perutnya membesar tidak seperti biasanya mondar-mandir ke kamar mandi dengan membawa baskom yang ditutupi kain.

SM pun curiga dengan gelagat terduga pelaku, karena beberapa waktu yang lalu. Terduga SD sempat memesan obat kampung.
Selang beberapa menit kemudian  pelaku SD meninggalkan kamar mandi, SM kemudian mengintip dari luar kamar mandi dan disana terlihat banyak darah.
SM yang curiga kemudian memberitahukan rekannya untuk mengecek baskom yang diletakkan di dalam kamar mandi oleh SD dengan meminta kunci cadangan kepada pemilik kos.
Setelah di cek ternyata baskom yang di taruh di dalam kamar pelaku ini terdapat orok bayi dalam keadaan meninggal dunia.
“ Atas kejadian ini kami langsung melaporkan kepada pemilik Kos-kosan, dan pemilik Kos-kosan melaporkan kepada Babinsa Koramil 1501-01/Ternate Sertu Tuanani dan kasus tersebut dilaporkan di Polsek Ternate Utara,” beber SM.
Sekira pukul 19.30 WIT, pasangan hubungan gelap tersebut langsung di bawa ke Polsek Ternate Utara untuk dimintai keterangan. (ric)



Bagikan:

Komentar