|
Menu Close Menu

Masyarakat Tahane Desak Pelaku Pembunuhan Kiki Kumala di Hukum Mati

Jumat, 19 Juli 2019 | Juli 19, 2019
Tokoh Masyarakat Tahane Asrul Rasyid Icshan
TERNATE - Masyarakat Tahane Se-Maluku Utara (Malut) mendesak aparat kepolisian Polda Maluku Utara agar pelaku pemerkosaan, pembunuhan, penculikan, Gamaria Wahab Ibrahim alias Kiki Kumala (19), warga Desa Tahane, Kecamatan Malifut, Kabupaten Halmahera Utara (Halut), diberikan hukuam mati. 

Pernyataan ini di sampaikan oleh masyarakat Tahane S-Malut melalui, Kapita Tahane yang di Ketuai Asrul Rasyid Ichsan  saat di temui nusantaratimur.com pasca pertemuan Kapita Tahane bersama Polda Malut, Jumat (19/07).

Asrul menyatakan, kasus sedemikian ini, tidak di benarkan dalam adat, budaya, dan agama apa pun. Apalagi kasus seperti ini sudah tentu sangat dibenci oleh masyarakat Maluku Utara pada umumnya. Olehnya itu, pernyataan yang di sampaikan ini bukanlah suatu wacana biasa, tetapi Keluarga besar Tahane Se- Malut melalui Kapita Tahane akan mengawal tuntas kasus pembunuhan tersebut.

“Kasus ini sudah menjadi konsumsi publik, pihaknya berharap agar pihak Polda Malut agar serius dan mempercepat prosesnya dan segara di limpahkan ke kejaksaan,” tegasnya.

Asrul yang juga Sekretaris DPD PDI Perjuangan Maluku Utara ini menyebutkan kematian Kiki Kumala meninggalkan luka yang mendalam bagi masyarakat tahane se - maluku utara, lebih khususnya lagi kedua orang tuanya dan suadara-saudara kandungnya.

“Melalui Keluarga Besar Kapita Tahane meminta dan mendukung Polda Malut untuk mengambil alih proses hukum terhadap pelaku kebiadapan meninggalnya saudara kami Kiki Kumala dengan hukuman seberat-beratnya serta seadilnya dengan ancaman Hukuman mati bagi pelaku,” ujar Asrul.

Asrul juga meminta keluarga besar Kapita Tahane agar sabar mengawal proses hukum saat ini, baik di kepolisian, kejaksaan maupun pengadilan.

“ Menghimbau agar seluruh masyarakat agar menjadikan kasus ini sebagi pelajaran berharga, agar lebih berhati- hati dan menjaga putra dan putrinya agar tindakan kriminal seperti ini dapat dihindari dimasa mendatang,” pintanya.

Wakapolda Malut, Kombes Pol Lukas A. Abriari. SI.K, MH, menambahkan, saat ini pelaku pembunuhuan Kiki Kumala telah di tangkap dan diamankan oleh pihak kepolisian, keingian dari keluarga korban, proses ditangani sesuai ketentuan yang berlaku.

“ Saya kira komunitas Kapita Tahane menggunakan saluran hukum yang berlaku, sesuai cara-cara yang baik dalam arti menyampaikan tuntutan aspirasinya. Tentu kita sudah terima aspirasi dari pihak keluarga korban dan kita menginformasikan langkah-kepolisian sepertia apa. Sehingga bisa di terima oleh keluarga untuk menyerahkan sepenuhnya kepada kita dalam menangani kasus ini,” ungkap Wakapolda.

Lanjut Wakapolda Lukas A, Abriari, kasus ini kita akan melakukan penyelidikan sesuai fakta-fakta yang ada, nanti bagaimana bentuk hukumannya nanti tuntutanya dari kejaksaan yang akan menyampaikan, dan pengadilan akan menugaskan dari kepolisian berharap pelaku ini residivis ini sudah pernah melakukan perbuatan setelah sebelumnya dan melakukan lagi.

“ Kami berharap ada hukuman yang berat bagi pelaku sehingga ini tidak terulang lagi, yakni pertama, keadilan korban dan pihak keluarga dan juga untuk masyarakat luas,” tegasnya.

“ Kalau ada yang menyebarkan hoax kita akan selidiki dan harus di pertanggungjawabkan itu. jangan sampai mereka memutarbalikkan kasus ini, sehingga ada kontra produktif penyelidikan,” sambungnya.

Selain itu, kata Wakapolda, mengenai pemblokiran jalan, kan sudah disampaikan bahwa tidak ada lagi pemblokiran-pemblokiran jalan-jalan dan sebagainya, karena tidak ada urgensinya lagi, sebab pelakunya sudah ditangkap. Kalau sebelumnyan keluarga korban membantu mencari keberadaannya korban kita memberikan apresiasi, tutupnya. (cul)

Bagikan:

Komentar