|
Menu Close Menu

Pasca Gempa Gane, Dua Rumah Ibadah dan Tiga Unit Sekolah Rusak Berat

Senin, 15 Juli 2019 | 18.26
Foto: Kondisi korban gempa gane yang mengungsi di dataran tinggi
HALSEL -  Pasca gempa yang mengguncang Labuha dan sekitarnya, Minggu (14/7) sekitar pukul 18.31 Wit kemarin, menyebabkan ratusan rumah warga, sekolah dan tempat ibadah rusak berat.

Berdasarkan data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) terdapat 768 unit rumah rusak berat dan ringan akibat diguncang gempa berkekuatan 7,2 skala richter.

Selain rumah warga, satu gereja di desa ranga-ranga rusak berat ditambah satu mesjid di desa gane luar dan tiga 3 unit sekolah.  

Sementara penanganan pengungsi korban gempa sesuai data terkini di masjid raya Halsel sebanyak 25 orang sebelumnya 400 orang sudah pulang ke rumah masing-masing. 

Di Aula Kantor Bupati Halsel sebanyak 10 orang sebelumnya sekitar 80 orang, warga sebagian sudah kembali ke rumah. Sedangkan di Kantor DPRD Halsel : Nihil (warga sudah kembali ke rumah masing-masing).

Sementara untuk pesisir gane seperti di desa Ranga Rangga Kec. Gane Timur Selatan sekitar 100 orang (warga mengungsi di dataran tinggi). Di desa Doworo Kec. Gane Barat Selatan, sekitar 80 orang (warga mengungsi di dataran tinggi).

Sekitar pukul 10.40 WIT, Tim Terpadu Kabupaten Halsel terdiri dari TNI, Polri, BPBD, SAR, Dinkes, Dinsos, PUPR, Satpol PP, BMKG dan PMI Halsel berangkat menuju wilayah Gane dan Bacan bagian Timur atau didaerah-daerah yang terkena dampak gempa untuk mendata kerusakan bangunan maupun korban, serta untuk memberi bantuan seperti terpal, tiker, makanan/minuman dan obat-obatan.

Selain itu, Pemda Halsel membentuk tim terpadu dan posko penanganan bencana alam, menyiapkan tempat pengungsian dan tenaga medis serta mengecek langsung wilayah dampak gempa, korban dan warga yang mengungsi dan memberikan bantuan seperti tenda, selimut, makanan/minuman dan obat-obatan.

Data terkini Tim terpadu belum dapat memonitoring seluruh kerusakan bangunan, korban dan jumlah pengungsi disebabkan terkendala jaringan di gane karena sebagian daerahnya tidak terdapat sinyal. (tim)

Bagikan:

Komentar