PMI Terjunkan Personil Bantu Korban Gempa Halsel

Editor: Admin author photo
 PMI dan warga mendirikan Posko melayani korban gempa Halsel
JAILOLO - Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Maluku Utara turun membantu serta melakukan evakuasi para korban bencana di Halmahera Selatan pasca gempa bumi tektonik pada hari minggu, (14/07/19) pekan kemarin.

Berdasarkan data yang di himpun dari PMI Provinsi Maluku Utara saat ini sudah ada sejumlah anggota pmi yang berada di lokasi bencana, tiada lain tim Assesment, kurang lebih 3 orang dari PMI Provinsi Maluku Utara gunanya untuk membuka posko lapangan dikarenakan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan Perlengkapan dari PMI Kabupaten Halmahera Selatan masih minim untuk melakukan Tanggap Darurat Bencana (TDB) di kabupaten Halmahera selatan sedangkan 2 orang anggota relawan dari PMI Halmaherah Tengah pun sudah ikut bergabung dengan tim posko lapangan," Ungkap Ophy Selalu kordinator Posko Tanggap Darurat Bencana PMI Provinsi Maluku Utara melalui via Handphone pada hari (Rabu, 17/07/19).

Menurut Ophy,  pasca gempa sampai saat ini sudah ada koordinasi dari PMI kabupaten Halmaherah Utara, Halmaherah Barat dan PMI Tidore Kepulauan  untuk melakukan mobilisasi anggota relawannya, tetapi jumlah anggota yang siap untuk diterjunkan ke lokasi bencana belum ada konfirmasi balik kepada PMI Provinsi Maluku Utara, ujarnya.

Sementara kegiatan yang akan di lakukan anggota PMI yaitu RFL dan Distribusi Non Food Item sedangkan kegiatan yang sudah di lakukan ialah ambulance mobile, pendirian Posko Lapangan dan Posko Kesehatan mandiri yang berletak di desa Matuting kecamatan gane timur tengah kabupaten Halmaherah selatan provinsi maluku utara, sambungnya.

Demikian juga ditambahkan Kepala Markas PMI Provinsi Maluku Utara Rosihan Ismail bahwa pasca kejadian bencana tersebut pihaknya telah mengirimkan sejumlah personil dan mengirimkan dukungan kebutuhan kedaruratan seperti terpulin untuk keperluan warga masyarakat serta pendirian posko kesehatan sementara.

"PMI bersama Masyarakat dan tenaga kesehatan di desa membuat pos kesehatan secara mandiri seperti yang dilakukan di desa Matuting, kecamatan Gane Timur Tengah," Kata Rosihan melalui siaran persnya di situs PMI.

Kata Rosihan, saat ini  faktor yang cukup menyulitkan untuk menjangkau lokasi terkendala dengan akses, lantaran ketiadaan jalan darat. “ Akses jalan ke lokasi hanya melalui laut dikarenakan akses jalan darat yang masih belum bisa di akses. Selain itu jaringan sinyal komunikasi dilokasi yang sangat menyulitkan untuk koordinasi dan komunikasi bantuan,” paparnya.

Saat ini Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan menetapkan status tanggap darurat selama 7 hari sejak 15 Juli - 21 Juli 2019 mendatang. (ajm)

Share:
Komentar

Berita Terkini