|
Menu Close Menu

Sektor Perikanan Jadi Prioritas Kerjasama Pemprov Malut dan Jawa Barat

Rabu, 10 Juli 2019 | Juli 10, 2019
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Pemprov Malut Buyung Radjiloen menandatangani MoU di sektor perikanan dengan Pemprov Jabar 
SOFIFI –  Perjanjian kerja sama Pemprov Maluku Utara dan Pemprov Jabar lebih prioritaskan pada sektor perikanan. Berdasarkan data potensi perikanan Provinsi Maluku Utara bahwa nilai ekspor produk ikan non hidup tahun 2017 mencapai Rp 3,1 milyar. Dari angka tersebut meningkat drastis mencapai Rp. 18,5 Milyar tahun 2018.

Sementara hasil perikanan Provinsi Maluku Utara diekspor ke beberapa negara tujuan seperti  Singapura, Vietnam, Korea Selatan, Jepang dan Amerika Serikat.

Jenis ikan yang diekspor ke lima negara, yakni ikan tuna mencapai 26.000 kg, frozen yellowfin tuna 72.362 kg, jenis cakalang, tongkol dan kembung mencapai 61.480 kg. Sedangkan, negara tujuan ekspor tertinggi adalah Vietnam sebesar 286.485 kg, disusul Jepang 89.000 kg, dan Amerika Serikat 26.000 kg. 

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Pemprov Malut, Buyung Radjiloen, mengatakan perjanjian kerja sama antara kedua daerah ini merupakan bentuk kerja sama pemanfaatan potensi perikanan secara optimal dimana ada kesepakatan yang nantinya dikembangkan secara bersama-sama, baik dalam kegiatan penangkapan ikan maupun pemasaran hasil perikanan, ungkap Buyung Radjiloen kepada nusantaratimur.com, Rabu (10/7/2019).

Buyung menuturkan kerja sama kedua daerah (Malut dan Jabar) ini dapat berkolaborasi dalam program jangka pendek, menengah, maupun jangka panjang pada sektor perikanan, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi dalam rangka peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat khususnya nelayan.

"Ke depan, diharapkan kedua daerah dapat saling mendorong terutama dalam upaya peningkatan produktivitas usaha maupun peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) dibidang perikanan di dua daerah ini,” tuturnya.

Pada kesempatan itu, Buyung juga mengingatkan kepada nelayan dan pengusaha ikan di Maluku Utara untuk selalu kompak dan tidak melakukan persaingan yang tidak sehat, sehingga dapat menimbulkan efek negatif bagi nelayan itu sendiri.

"Kemarin, dalam sambutan gubernur jawa barat ada yang menarik disampaikan bahwa antara kita tidak boleh ada kompetisi tetapi harus ada kolaborasi karena kita adalah NKRI. Pesan ini memberi makna yang sangat luas untuk mewujudkan Indonesia sebagai negara yang kuat, khususnya Maluku Utara yang dikenal sebagai salah satu daerah penghasil ikan terbesar diwilayah Indonesia Timur,” ujar Buyung mengutip ucapan gubernur Jabar. (ric)
Bagikan:

Komentar