|
Menu Close Menu

Tiga Pencuri Emas 15 Kg 'Beromzet' 7,7 Miliar Ditangkap, Dua Pelaku Masih Buron

Sabtu, 13 Juli 2019 | Juli 13, 2019

Pelaku DK alias David, tersangka kasus pencurian 15 Kg Emas di Langowan (Foto/Tim Resmob Polda Sulut) 
MANADO – Tim Resmob Polda Sulawesi Utara (Sulut) terus mengejar lima pelaku yang ditetapkan tersangka dalam kasus perampokan di Toko Emas Subur Langowan, Pasar Lama, Desa Amongena II Kecamatan Langowan Timur, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, pada Selasa (28/5/2019) pukul 02.00 Wita.

Akibat pencurian tersebut seluruh perhiasan emas berupa cincin, gelang, kalung, buah kalung, anting-anting, logam emas yang disembunyikan di dalam brangkas, dan jumlah keseluruhannya 15 kilogram beserta uang sebesar Rp. 200.000.000 habis dijarah para pelaku.

Total kerugian mengakibatkan Halid Musa, warga Kelurahan Kinali, Kecamatan Kawangkoan, harus merugi Rp 7,7 Miliar, karena seluruh isi toko emasnya ludes dibawah kabur kawanan pencuri.

Kasus pencurian di toko emas subur ternyata terus dikembangkan polisi, untuk mengungkap identitas para pelaku dibalik kejahatan ini.

Di ketahui, pengungkapan kasus tersebut Tim Resmob Polda Sulut membutuhkan waktu selama 2 bulan untuk mendalami kasus ini.

Tersangka CAT alias Laka, Tersangka parampokan Emas 15 kg di Langowan
Hasil pengembangan Tim Resmob Polda Sulut, di pimpin Wakatim Resmob, AKP Sugeng Wahyudi Santoso SIK, berhasil melakukan penangkapan tersangka pertama dilakukan Rabu (10/7/2019) berinisial CAT alias Laka (28), warga Kelurahan Pakowa, Lingkungan II, Kecamatan Wanea.

Pelaku ditangkap di tempat persembunyiannya yang tak jauh dari rumahnya. Pelaku mencoba melawan polisi dengan senjata tajam jenis pisau badik, petugas juga terpaksa melumpuhkan kaki pelaku dengan timah panas.

AKP Sugen Wahyudi, menyebutkan tersangka sendiri adalah residivis kasus 338, tersangka juga sempat mencoba melakukan perlawanan saat kami hendak memberikan tembakan peringatan, namun tidak dihindahkan pelaku. Terpaksa  pelaku dilumpuhkan di kedua kakinya.

Dari tangan tersangka polisi berhasil menyita barang bukti berupa buku tabungan dengan jumlah uang Rp. 30 juta serta dua kendaraan sepeda motor dan empat buah handphone.

Selain tersangka CAT alias Laka,  Tim Resmob Polda Sulut juga mengejar empat tersangka lain yang sementara buron.

" Kami masih melakukan pengejaran terhadap empat tersangka lainnya, untuk tersangka Laka, kami amankan di Mapolda Sulut guna pemeriksaan lebih lanjut," ujarnya.

Setelah menangkap Cat alias Laka, Sehari kemudian Kamis (11/7) sekitar pukul 08.35 Wita, Tim Resmob  meringkus satu pelaku wanita berinisial GY alias Amay, warga Kelurahan Taas, Kecamatan Tikala, Kota Manado.

Amay di tangkap Tim Resmob tepatnya di terminal Dungingi, Kota Gorontalo. Wakatim Resmob AKP Sugeng Wahyudi, menyebutkan pelaku GY alias Amay ini berperan sebagai penyedia kendaraan yang di gunakan para tersangka dalam menjalankan aksi pencurian di Toko Emas Subur. Dan juga berperan sebagai penjual hasil dari pencurian.


Pelaku GY alias Amay, Tersangka perampokan emas 15 kg di Toko Emas Subur di Langowan
Dari hasil kejahatan tersebut, pelaku Amay mendapat upah atau bagian Rp30 juta, Emas dan ponsel.

"Dari hasil kejahatan tersebut, barang bukti yang di sita dari pelaku ponsel jenis Iphone 6, ponsel jenis xiomy, vivo, cincin dan anting-anting,” ujar AKP Sugeng.

Tak butuh lama, Jumat (12/7), Tim Resmob Polda Sulut kembali membekuk satu pelaku berinisial DK alias David (49) diamankan di Desa Lompat Baru, Kecamatan Ranoiapo, Minahasa Selatan. Tepatnya di rumah salah seorang warga Mamusung-Kawulur.

Waktim Resmob, AKP Sugeng Wahyudi, menyatakan dengan penangkapan DK alias David,  maka sudah ada 3 pelaku yang diamankan, pelaku lain sementara dalam pengejaran.

Pelaku DK alias David, Tersangka perampokan emas 15 kg yang ditangkap Tim Resmob Polda Sulut
Pelaku DK alias David mencoba melawan saat ditangkap, namun petugas terpaksa melumpuhkan kedua kaki pelaku, karena memberontak dan berencana melarikan diri.
“ Penangkapan DK alias David berkat kerjasama tim gabungan Resmob Polda Sulut, Resmob Polres Minahasa dengan Resmob Polres Minsel, tinggal dua pelaku yang sementara masih dilakukan pengejaran,”tutup Alumni Akpol 2010 ini. (Ir)

Bagikan:

Komentar