|
Menu Close Menu

Ini Klarifikasi Wawali Tikep Soal Aksi Pemukulan

Rabu, 10 Juli 2019 | 21.46
Wawalikota Tikep Muhammad Sinen mengklarifikasi pemberitaan aksi pemukulan yang menyudutkan dirinya. (Aidar/foto)
TIDORE – Wakil Walikota Tidore Kepulauan (Tikep) Muhammad Sinen geram dengan pemberitaan  sejumlah media massa  telah terjadi aksi kekerasan yang dilakukan oleh Wakil Walikota bersama sejumlah pegawai terhadap seorang tamu yang bernama Aprima Tampubolon di Kantor Walikota Tikep pada tanggal 9 Juli 2019 kemarin.

Di tengah kegaduhan itu, Wakil Walikota Tidore Kepulauan, Muhammad Senin, mengklarifikasi pemberitaan yang terkesan menyudutkan dirinya berkaitan kekecewaannya tentang peristiwa yang terjadi di lantai dua Kantor Walikota Tidore Kepulauan yang sangat tidak berimbang.

“ Saya secara pribadi menyayangkan karena berita tersebut dimuat tanpa terlebih dahulu meminta klarifikasi kepada dirinya, sehingga membentuk opini yang sangat menyudutkan dirinya,” ungkap Muhammad Sinen kepada awak media melalui konferensi pers di Kantor Walikota Tidore Kepulauan, Rabu (10/7/2019).

Lanjut Wawali, Akibatnya berita yang beredar di tengah-tengah masyarakat bahwa pak wawali  pukul masyarakat yang tengah menyampaikan aspirasi. Padahal, belum tentu yang bersangkutan menyebutkan Wakil Walikota melakukan aksi pemukulan, tetapi media menyebutkan Wakil Walikota memukul warga yang sedang menyampaikan aspirasi di kantor walikota khususnya di beberapa media online yang memuat itu. “ Ini jelas merugikan saya,” Kata Muhammad Senin.

Menurutnya, sangat tidak mungkin seorang wakil walikota melakukan tindakan kekerasan terhadap warga yang sedang menyampaikan persoalan kemasyarakatan. “ Secara pribadi saya bukan tipe orang seperti itu. Sebagai seorang politisi saya mungkin agak keras, tetapi dalam kapasitas sebagai wakil walikota saya sadar benar bahwa saya adalah pelayan rakyat, sangat tidak mungkin saya melakukan tindakan-tindakan yang seperti di muat di beberapa media massa terkait pemberitaan tersebut,” tukasnya.

Muhammad Senin juga menjelaskan peristiwa kemarin sangat banyak saksi yang melihat kejadiannya, ada bukti rekaman CCTV yang nanti diperlihatkan bagaimana gerakan saya saat berhadapan dengan saudara Aprima Tampubolon. Bahkan seharusnya ia bersyukur karena segera dilerai dan diamankan oleh sejumlah ASN karena aksinya yang memicu kemarahan para pegawai dan tamu yang akan menemui Walikota dan Wakil Walikota.

“  Saya jelaskan secara rinci kronologis “insiden keributan” Selasa kemarin yang bermula dari kedatangan yang bersangkutan bersama seorang anak kecil di ruang kerja Walikota, tapi sementara itu Walikota juga sedang menerima tamu lain. Yang bersangkutan memaksa masuk tetapi dikeluarkan oleh ajudan dari ruang tunggu, karena sebelumnya telah terjadi adu mulut diantara keduanya. Yang bersangkutan juga berteriak dengan kalimat. “Eh Walikota dan Wakil Walikota digaji dengan uang rakyat”, itu dikatakan yang bersangkutan di ruang tunggu  dalam. Akhirnya ia didorong keluar,” jelasnya.

Masih kata Wawali, setelah dirinya selesai melakukan rapat di ruangnya bersama Kepala BPBD, Iqbal Japono tiba-tiba ajudan Wakil Walikota menyampaikan bahwa ada warga yang datang lapor masalah banjir. Setelah itu Iqbal Japono duduk bersama yang bersangkutan untuk mendengarkan masalahnya, tetapi yang bersangkutan berbicara dengan nada tinggi bahwa dirinya sudah datang ke kantor BPBD untuk melaporkan masalah banjir, tetapi tidak melihat Iqbal. Namun Iqbal Japono menjawab bahwa ia baru selesai rapat bersama Wakil Walikota, terangnya.

Wawali menanyakan, ada masalah apa, tetapi yang bersangkutan menjawab dengan kasar “Eh ngana dudu disini” sambil tunjuk ke muka saya. Kata Muhammad Senin. “Saya kembali tanya ada masalah apa”, tapi yang bersangkutan menjawab kasar dengan kata yang sama. “Eh ngana dudu disini” sambil tunjuk kursi disampangnya. Melihat hal tersebut Iqbal Japono bilang “Eh itu wakil Walikota”, tetapi yang bersangkutan menjawab “Persetan”. Mendengar hal ini saya cuma tersenyum. Saya bertanya ngana tinggal dimana dia bilang dari Dokiri dan asli dari Sumatra.

Setelah itu, Pak Iqbal bertanya ngana tara kenal ini Wakil Walikota? yang bersangkutan menjawab kasar “saya tara kenal” kemudian dilanjutkan dengan kalimat “Ngoni pe gaji samua torang ini yang bayar”. Iqbal Japono menjawab “Ngana ini tara sopan di Wakil Walikota ngana bicara bagitu” yang bersangkutan kemudian naik pitam dan berteriak kepada Iqbal Japono “Kong ngana mau apa”, Iqbal jawab “Ngana tara boleh bagitu”. Melihat hal seperti ini, para tamu bersama Satpol PP dan sejumlah Kepala Dinas yang berada di sekitar lokasi mendatangi yang bersangkutan, pungkasnya.

Melihat hal tersebut, Kata Wawali, ajudan  kemudian mengamankan yang bersangkutan dan kemudian melarikannya ke dalam mobil untuk menghindari sejumlah ASN yang tak terima atas kelakuan yang bersangkutan.
“Terus kenapa tiba-tiba muncul berita wakil walikota pukul orang, ini kan aneh. Kata Muhammad Senin. Jelas ini sangat merugikan saya. Apalagi ada momentum di tahun 2020, oleh karena itu saya minta maaf kepada teman-teman pers jangan sampai berita ini ada boncengan-boncengan dari pihak tertentu. Oleh karena itu saya minta kepada para awak media untuk membantu mengklarifikasi persoalan sebenarnya. Bahwa sesungguhnya apa yang disampaikan oleh yang bersangkutan di media tidak seperti apa yang terjadi sebenarnya,” jelas Wawali.

Terkait pengaduan yang bersangkutan di pihak kepolisian, saya sangat siap menjawab yang penting pemberitaan oleh media massa terkait masalah ini harus seimbang.

“ Saya sampaikan di hadapan rekan-rekan media bahwa Muhammad Senin yang sekarang dan Muhammad Senin yang beberapa puluh tahun lalu sangat berbeda. Setelah memikul amanah sebagai Wakil Walikota, sangat tidak mungkin peristiwa pemukulan itu bisa terjadi. Dan apa yang diberitakan sebelumnya di sejumlah media bahwa Wakil Walikota pukul itu sangat tidak benar, pungkasnya.

Di tempat terpisah, Kepala Bagian Humas, Asis Hadad juga mengklarifikasi informasi bahwa  Walikota menyaksikan pemukulan dan hanya diam tanpa melerai. Itu tidak benar, sama sekali tidak benar kalau pas kejadian walikota berada di sekitar situ. Namun yang benar adalah Walikota keluar dari ruangan ketika mendengar keributan dan ketika tiba di lokasi kejadian yang bersangkutan diamankan oleh Ajudan bersama sejumlah ASN dan dibawa turun dari lantai dua. Walikota hanya menyaksikan yang bersangkutan dilarikan ajudan dari kemarahan para ASN di Kantor Walikota, jadi tidak ada interaksi Walikota dengan peristiwa tersebut. Kata Asis.

Turut hadir dalam pertemuan ini, Kepala BPBD, Iqbal Japono, Kepala Bagian Humas Asis Hadad, Kepala Bagian Hukum dan HAM, Bonita Manggis dan Tim Hukum Pemkot Tikep, Abdul Kadir Bubu bersama sejumlah Awak Media baik media cetak maupun media elektronik. (dar)

Bagikan:

Komentar