|
Menu Close Menu

Gubernur Malut di Undang Hadiri 24 Tahun Berdirinya Ponpes Alkhairat Ambon

Minggu, 25 Agustus 2019 | 22.15
Gubernur Malut KH. Abdul Ghani Kasuba bersama Pimpinan Ponpes Alkhairat Ambon beserta sanrti (foto/nacy)

AMBON- Selaku Dewan Pembina Alkhairat Pusat, Gubernur Maluku Utara, KH. Abdul Gani Kasuba Lc diundang oleh Komisariat Wilayah (Komwil) Alkhairat Maluku pada acara 24 Tahun Ponpes Alkhairat dan Madrasa Tsanawiyah, di Kota Ambon, Minggu (25/8) akhir pekan kemarin.

Selaku Dewan Pembina Alkhairaat Pusat dan pencetus berdirinya Al Khairat, Gubernur Malut dalam sambutannya menyampaikan bahwa keberhasilan pesantren ini juga merupakan bagian dari upaya kerja keras dari Komwil.

"Saya sangat apresiasi terahadap keberhasilan ini. Dan saya berharap Alkhairat ini bisa mendapat dukungan dari pemerintah Provinsi Maluku, sehingga kedepan nanti pesantren bisa lebih baik lagi," katanya.

Oleh karena itu, selaku pendiri Gubernur Maluku Utara menghimbau, melalui pesantren ini bisa membangun moral umat yang sebaik-baiknya. "Melalui pendidikan moral, budaya dan adat-istiadat dari para leluhur membuat daerah ini bisa bersatu, maju dan berkembang,” jelasnya.

Sementara itu Gubernur Maluku, Murad Ismail, dalam sambutannya yang dibacakan oleh Sekprov Maluku, mengatakan bahwa pihaknya sangat apresiasi terhadap keberhasilan pondok pesantren dalam menelorkan putra putri terbaik yang bisa membawa harum provinsi ini, baik dikanca nasional maupun internasional, terutama di bidang Sains dan Teknologi.

"Kebanggaan yang diukir oleh pondok pesantren ini adalah bahwa alumni dari pesantren ini ada yang menjadi pejabat daerah, seperti ketua dewan provinsi Maluku dan Wakil Bupati Seram Bagian Timur," akunya.

Selain itu sambutan dan ucapan terimakasih dari Ketua Komwil Alkhairaat Maluku, Ikram Ibrahim, yang juga sebagai pendiri Ponpes Alkhairaat dan Madrasah Tsanawiyah Maluku,  mengatkan bahwa misi utama lembaga ini adalah pendidikan untuk menciptakan generasi Qurani, bertakwa, kreatif, berahlak, berprestasi serta profesional di bidang sains dan teknologi.

"Diharapkan para santri dapat peka terhadap lingkungan dan kondisi zaman haruslah dibutuhkan dukungan dari berbagai pihak, baik moril maupun materil," ungkapnya.

Dirinya juga menyampaikan ucapan terimakasih atas kehadiran Bapak Gubernur Maluku Utara selaku Dewan Pembina Alkhairaat, begitu juga dengan pemerintah Provinsi Maluku.

Sekadar diketahui, acara ini yang intinya adalah mengingatkan kembali memori masyarakat tentang perjalanan ataupun perkembangan pondok ini sejak awal berdirinya 19 Agustus 1995 sampai tahun 2019, serta menyusun program kedepan sesuai dengan visi dan misi Ponpes dan Madrasah dalam perjalanan selama 24 tahun. (ric)


Bagikan:

Komentar