|
Menu Close Menu

HUT RI Ke 74, Pemuda Bobo Gelar Upacara Pengibaran Bendera di Atas Air Laut

Sabtu, 17 Agustus 2019 | 17.48
Pengibaran Sangsaka Merah Putih di atas laut oleh Pemuda Bobo Tidore dalam memperingati Dirgahayu Republik Indoesia yang ke 74 (foto: Aidar)
TIDORE- Ikatan Pemuda Bobo (IPB) Kota Tidore Kepulauan bersama masyarakat menggelar upacara pengibaran bendera 17 Agustus 2019 di atas laut.  Upacara tersebut dalam rangka memperingati hari ulang tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) yang ke 74 yang berlokasi di pantai Bobo lingkungan Sigi Madite RT 06/RW/03. Kelurahan Bobo Kecamatan Tidore Utara Kota Tidore Kepulauan. Sabtu (17/8/2019) 

Adapun  bertindak selaku inspektur upacara yang diwakili Kepala Kelurahan Bobo Usman Konong yang juga sebagai tokoh masyarakat Kelurahan Bobo, penggerek bendera merah putih, pembawa bendera Firman M. Kamari. (Tengah), M. Fajrin Adam. (Kanan) dan Rahmat Husen (Kiri) dan selaku pemimpin  upacara Waldi Ade Mus. sedangkan Pembacaan Proklamasi Armin Abdurahman.

Amatan Nusantaratimur.com, Pada Sabtu (17/8/2019) pagi tadi. di lokasi tersebut terlihat antusiasme masyarakat kelurahan Bobo memadati lokasi upacara di pantai yang ke dua kali di lakukan oleh ikatan pemuda Bobo, yang melibatkan siswa/siswi yang terdiri dari SD, SMP, SMA serta Mahasiswa di lingkup kelurahan Bobo, dan seluruh Masyarakat Kelurahan Bobo

Saat berlangsungnya upacara semua peserta berdiri di tepi pantai pelaksanaan peringatan detik-detik proklamasi, terlihat semua personil upacara baik inspektur upacara, komandan upacara, maupun perserta upacara semuanya berdiri membentuk barisan memanjang di tepi pantai.

Pada pengibaran bendera merah putih, pasukan penggerek bendera menuju tiang bendera yang tertancap dilaut berjarak kurang lebih 50 meter dari bibir laut dengan cara berenang sambil mengangkat bendera hingga pengibaran berlansung.

Detik-detik pengibaran oleh semua peserta sangat ditunggu-tunggu, karena masyarakat merasakan momen pelaksanaan hari kemerdekaan yang dilksanakan adalah sangat luar biasa, disaat bendera merah putih dikibarkan. Masyarakat dan seluruh peserta upacara mengiringi lagu kebangsaan Indonesia raya hingga bendera sampai pada puncak tiangnya

Usai dari upacara tersebut, tokoh masyarakat yang juga selaku Inspektur upacara kepada wartawan media ini saat ditemui di lokasi tersebut mengatakan bahwa kami melaksanakan upacara dalam rangka memperingati HUT RI ke 74 ini bukan baru pertama kali dilakukan, akan tetapi pada tahun 2018 kemarin kami juga melaksanakan upacara yang sama. dan upacara yang dilaksanakan ini  sangat antusias, karena selama ini belum pernah terjadi. 

"Sehingga kami masyarakat kelurahan Bobo merasa suatu kebanggan tersendiri untuk mengenang kembali para pejuang khususnya pendiri Kelurahan yang kami cintai ini selaku pihak kelurahan Bobo yang juga sebagai toko masyarakat kelurahan Bobo saya secara pribadi merasa terharu ketika dilaksanakan upacara di tempat ini," katanya.

Upacara yang di laksanakan di tempat ini (pantai-red) memang sangat strategis dan tepat pada tempatnya, karena tempat ini merupakan tempat yang sangat bersejarah bagi masyarakat kelurahan Bobo.

"tempat ini merupakan tempat pendaratan pertama kali seorang tokoh pejuang merebut irian barat yang kembali di pangkuan ibu Pertiwi pada saat itu,"bebernya

Lanjutnya menjelaskan sejarah kelurahan bobo, menurutnya, dengan tumpangi salah satu pohon sagu atau disebut dengan nama pohon bobo dari pulau Weda menuju di Tidore sehingga terdampar di pantai ini pada saat itu.

"sehingga nama kelurahan Bobo ini di ambil dari sejenis pohon sagu atau pohon bobo," jelasnya

Sehingga, tempat ini kita pakai untuk melaksanakan upacara 17 Agustus 2019 untuk memperingati HUT RI Ke 74 tahun 2019 ini sangat tepat pada tempatnya karena untuk mengenang kembali para pendiri Desa Bobo yang terbentuk pada bulan September tahun 1967 pada waktu itu.

Usman juga menegaskan, selama dirinya masih ada di Kelurahan Bobo bagi siapa yang berani menggantikan nama pantai ini saya orang pertama yang akan menghalangi, alasannya karena kenapa dirinya menghalangi karena pantai ini sangat bersejarah bagi kami warga masyarakat kelurahan Bobo yang di mulai dari RT 01 sampai RT 08. " Pantai ini sangat bersejarah jadi tidak bisa seenaknya diganti begitu saja. tegasnya.

Usman juga mengharapkan kepada seluruh masyarakat kelurahan Bobo khususnya para pemuda Kelurahan Bobo seraya mengajak " Mari torang sama-sama mendukung agar kedepannya upacara seperti ini di  tahun-tahun berikutnya ditingkatkan lagi, karena upacara yang dilaksanakan ini baru dua kali yang di mulai dari tahun 2018 dan tahun 2019, ini" harapnya. (dar)
Bagikan:

Komentar