|
Menu Close Menu

21 Paket Proyek Disperkim Malut Tidak Ada Indikasi Korupsi

Kamis, 12 September 2019 | 20.01
Foto/Repro

SOFIFI -  Dugaan kasus tindak pidana korupsi (Tipikor) 21 paket pekerjaan proyek Dinas Perumahan Kawasan dan Pemukiman (Disperkim) Provinsi Maluku Utara (Malut) Tahun Anggaran 2019, dibantah oleh pihak Inspektorat.

Menurut Ketua Tim Pemeriksa Inspektorat Provinsi Maluku Utara, Nasaruddin Lumbana, ketika konfirmasi wartawan  mengatakan 21 paket pekerjaan Dinas Perumahan, Kawasan dan Pemukiman itu tidak ada indikasi korupsi.

“ Hanya saja pada saat memasukkan laporan pertanggungjawaban dinas itu agak terlambat, dan itu hanya sebatas administrasi, jadi itu tudingan oknum-oknum tersebut tidak benar,” terang Nasarudin kepada sejumlah wartawan di kantor eks Wali Kota Ternate, Kamis (12/9/2019).

Sebab, kata Nasarudin, semua SPJ perencanaan sudah dilengkapi dan tidak ada lagi masalah terkait dengan 21 paket pekerjaan itu, karena tugas inspketorat hanya melakukan investigasi terkait dengan perencanaan dan anggaran, akan tetapi hasilnya tidak ditemukan.

  Semua SPJ sudah sesuai dengan mekanisme, kalau pun ada kecurigaan, itu hanya sebatas keterlambatan pemasukan SPJ,” tandasnya.

Nasarudin menambahkan bahwa inspektorat sebelumnya menemukan adanya kesalahan adminsitrasi, namun ketika konfirmasi ke dinas terkait langsung dilakukan perbaikan serta melengkapi kekurangan administrasi laporan pertangunggungjwaban tersebut.

“ Ketika ada data yang kurang, inspektorat langsung menyurat disperkim untuk segera melengkapi dan hasilnya tidak ada temuan,” tutupnya. (ric)

Bagikan:

Komentar