|
Menu Close Menu

Darurat Karhutla, Pelaku Karhutla Diancam Pidana Penjara 15 Tahun

Jumat, 13 September 2019 | 20.29

Kapolres Minsel, AKBP FX Winardi Prabowo, S.IK (depan) bersama Kabag ops Polres Minsel Kompol Syaiful wachid, S.IK (belakang)

MINSEL - Maraknya peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di wilayah Kabupaten Minsel dan Mitra, mengundang reaksi dari Kapolres Minsel, AKBP FX Winardi Prabowo.

Dalam keterangannya, Kapolres menyampaikan imbauan agar warga mengetahui tentang larangan karhutla dan dampak serta sanksi hukumnya.

"Berdasarkan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, Pasal 78 ayat (3) menyebut, pelaku pembakaran hutan dikenakan sanksi kurungan 15 tahun dan denda maksimal 5 miliar rupiah," tutur Kapolres ketika di wawancarai. Jumat (13/09/2019).

Kapolres menuturkan bahwa potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Minsel dan Mitra karena di wilayah ini masih banyak terdapat kawasan hutan.

"Di musim kemarau seperti sekarang ini, potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan di dua wilayah ini sangat besar," katanya mengimbuhkan.

Kapolres Minsel juga telah memerintahkan anggota polsek jajarannya, khususnya yang di wilayahnya terdapat kawasan hutan untuk melakukan patroli pada saat siang dan malam hari. Sambil berpatroli juga melakukan sambang dan sosialisasi bahaya dan dampak Karhutla.

“Sebagian besar wilayah Minsel dan Mitra merupakan daerah hutan, untuk para Bhabinkamtibmas terus laksanakan sosialisasi terkait potensi terjadinya karhutla kepada warga, seperti bahaya membakar sampah atau membuang puntung rokok sembarangan sehingga dapat memicu membakar hutan atau lingkungan,” Jelasnyan

Harapannya dengan adanya sosialisasi bahaya dan dampak karhutla, warga mengetahui tentang larangan karhutla dan dampak serta sanksi hukumnya. "Sehingga warga juga menyadari dan peduli terhadap karhutla," Tutupnya. (Nandar)



Bagikan:

Komentar