Demi Kesejahteraan Masyarakat, Pemkot Tikep serahkan Insentif ke 129 Guru TPQ di 4 Kecamatan

Editor: Admin author photo

Walikota Tidore Kepulauan Capt. H. Ali Ibrahim saat memberikan Insentif kepada para Guru Ngaji TPQ


TIDORE-129 Guru Ngaji TPQ di 4 (empat) Kecamatan, Masing-masing Kecamatan Tidore, Tidore utara, Tidore Selatan, dan Tidore Timur mendapat penghargaan berupa penyerahan Insentif oleh Pemerintah Kota Tidore Kepulauan yang bekerjasama dengan Baznas Kota Tidore Kepulauan. penyerahan Insentif ini, diserahkan langsung oleh Walikota Tidore Kepulauan Capt. H. Ali Ibrahim, Senin (16/09).

Kegiatan ini bertempat di aula Sultan Nuku, Walikota Tikep dalam sambutannya mengatakan bahwa tujuan adanya penyerahan insentif ini, Pemerintah Tikep berharap bahwa nantinya bisa meningkatkan motivasi dan semangat Guru Ngaji dalam melakukan aktivitas dalam membina aqidah serta mempererat tali persaudaraan sesama umat Islam serta dapat mengembangkan dan mendidik generasi muda menjadi lebih Islami.


“Penyerahan bantuan seperti ini yang harus terus kita buktikan kepada masyarakat agar masyarakat tau bahwa pemerintah daerah memiliki komitmen yang tinggi untuk kesejahteraan masyarakat Kota tidore Kepulauan. Tak penting sebuah bangunan megah untuk melihat perubahan Kota Tidore Kepulauan yang penting adalah masyarakat Tidore Kepulauan sejahtera secara merata,” Jelasnya.

Sedangkan menurut Ketua Bazda Kota Tidore Kepulauan Muhammad Rasyid mengatakan bahwa penyerahan insentif ini sebagai bentuk realisasi program Walikota dan Wakil Walikota Tidore Kepulauan yang telah mencanangkan Tidore sebagai Kota Santri, maka Bazda Tidore sebagai lembaga pemerintahan non struktural turut serta berperan aktif dalam mengambil bagian untuk mewujudkan hal tersebut.

Penyerahan insentif saat ini diberikan kepada 129 orang Guru Ngaji TPQ  yang tersebar pada 56 lembaga TPQ di 4 kecamatan Pulau Tidore yang telah melalui data dan verifikasi dilapangan dengan jumlah santri 2.496 orang.

“Untuk 4 kecamatan di Oba, sampai saat ini masih dilakukaan verifikasi dan pendataan jumlah Guru Ngaji” terang M. Rasyid. (Aidar)
Share:
Komentar

Berita Terkini