Demi Peningkatan Profesionalisme dan Pengetahuan Tentang Inspeksi Keselamatan Kapal di Pelabuhan Belawan

Editor: Admin author photo
Foto : Tim AMSA ketika melakukan inspeksi kapal di pelabuhan belawan

MEDAN (7/9) – Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara, merupakan pelabuhan terbesar di bagian Barat Indonesia yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Kegiatan utamanya bergerak di bidang perdagangan domestik dan ekspor komoditi daerah seperti kopi, karet, maupun sawit yang sebagian besar kegiatan niaganya menggunakan pelabuhan.

Untuk meningkatkan sistem profesionalisme dalam pemeriksaan keselamatan kapal di Pelabuhan Belawan, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan menjalin kolaborasi dengan Australian Maritime Safety Authority (AMSA) melalui program Ship Safety Inspection - Center of Excellence (SSI-COE). 

Kepala Bidang Status Hukum dan Sertifikasi Kapal Kantor Kesyahbandaran Utama Belawan Rajuman Sibarani mengatakan bahwa kegiatan yang diikuti oleh sebelas peserta ini merupakan pelatihan penting bagi para Pejabat Pemeriksa Keselamatan Kapal Dalam Negeri atau Marine Inspector (MI) dan Pejabat Pemeriksa Kelaiklautan dan Keamanan Kapal Asing atau Port State Control Officer (PSCO).

“Tujuannya adalah meningkatkan pengetahuan dan profesionalisme para petugas dengan mengikuti regulasi-regulasi berdasarkan International Maritime Organization (IMO),” kata Rajuman. 

Lebih lanjut Rajuman menjelaskan, program bernama PSC-FSC Introductory Training ini diselenggarakan selama 5 (lima) hari dari tanggal 2-6 September 2019 dan disampaikan oleh tenaga ahli bidang pemeriksaan keselamatan kapal sekaligus Lead Trainer, yaitu Mr Tat Yeung dari AMSA.

Materi yang disampaikan antara lain terkait persyaratan inspeksi di bawah aturan Konvensi tentang Perburuhan Maritim atau Maritime Labour Convention Tahun 2006 (MLC 2006), pengenalan komprehensif terbaru dalam implementasi praktis dari PSC dan FSC terkait dengan syarat-syarat yang tercantum dalam Konvensi Internasional serta kode etik.

Menurutnya, kendala yang selama ini dialami oleh para petugas pelabuhan adalah kurangnya informasi tentang peraturan-peraturan dan minimnya sarana dan prasarana, terutama aturan dari IMO Circular Letter.

“Dengan adanya program PSC-FSC Introductory Trainning, para petugas di pelabuhan akan terbantu mengetahui tata cara pemeriksaan kapal yang akurat dan mendapatkan pengetahuan tentang aturan-aturan yang baru dari IMO," ucap Rajuman.

Pihaknya berharap pelatihan serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan agar para petugas pemeriksa keselamatan kapal dapat terus meningkatkan pengetahuannya demi kemajuan ekonomi masyarakat khususnya di wilayah Sumatera Utara. (ric)    

Share:
Komentar

Berita Terkini