Hari pertama berkantor, Anggota DPRD Tidore di demo oleh PMII Tikep dengan lima tuntutan

Editor: Admin author photo


Aksi damai Mahasiswa PMII Cabang Tikep di depan Kantor DPRD Tikep

TIDORE- Pergerakan mahasiswa Islam Indonesia (PMII) cabang kota Tidore Kepulauan menggelar aksi unjuk rasa didepan kantor DPRD Kota Tidore kepulauan. Senin (16/09)

Dalam aksi Mahasiswa PMII ini, membawah pesan dalam spanduk yang bertuliskan 'DPRD untuk siapa.?' serta 'Kepentingan rakyat diatas segalanya'.

Fandi Muhammad Peserta orasi menyampaikan bahwa, tujuan kedatangan mahasiswa yang tergabung dalam PMII ini sengaja datang di kantor DPRD guna untuk menyampaikan ucapan selamat secara lasngsung atas dilantiknya 25 anggota DPRD kota Tidore Kepulauan yang di lantik pada Jumat 13 September kemarin sekaligus menyampaikan aspirasi masyarakat.

"Seperti kita ketahui bersama bahwa DPRD merupakan lembaga representasi dari rakyat karena DPRD dipilih secara langsung dari masyarakat, maka kehadiran kami disini untuk menguji komitmen 25 anggota DPRD Kota Tikep yang baru saja dilantik. bahwa kepentingan rakyat diatas segala galanya," Ujar Fandi.

ia menambahkan bahwa kehadiran mereka di Kantor DPRD Tikep sebagai bentuk ikhtiar, selaku mitra strategis DPRD Kota Tikep sekaligus memberikan masukan dan aspirasi kepada para anggota DPRD Tikep.

"Kami meminta para anggota dewan agar bekerja sesuai amanah, demi kepentingan rakyat," Teriak Fandi.

Menurut Fandi, bahwa DPRD Kota Tikep pada periode lalu berdasarkan catatan PMII tidak terlalu serius dalam proses pengambilan kebijakan yang menurutnya berorentasi pada nilai-nilai kemasyarakatan.

"Ini terbukti pada beberapa waktu lalu bahwa PMII selalu mengawal kasus kelapa Genja di Akelamo kecamatan Oba Tengah, sebagian besar anggota DPRD kota Tikep lebih memilih untuk menolak hak angket yang satu-satunya solusi untuk memecahkan sebuah masalah tersebut. Menurut kami bahwa ini merupakan catatan buruk bagi DPRD periode kemarin, Untuk itu kami meminta kepada 25 anggota DPRD untuk satu periode kedepannya harus betul-betul serius mengawal aspirasi rakyat jangan hanya datang, duduk, diam, pulang dan memakan gajinya saja," Tegas Fandi dalam orasinya.

Aksi berjalan kurang lebih sekitar 40 menit kemudian massa aksi diterima oleh Ketua DPRD kota Tidore Ahmad Ishak serta 18 orang anggota dari 25 anggota DPRD Tikep. sekaligus menandatangani ultimatum petisi yang disediakan oleh PMII Kota Tidore kepulauan.

Namun ada 1 Anggota DPRD tidak mau menandatangani ultimatum petisi ini yakni Murad Polisiri.

Adapun 5 poin tuntutan yang disampaikan Oleh PMII sebagai berikut.

1. Mendesak DPRD Kota Tidore merealisasikan janji politik tempo hari pencalonan demi terwujudnya pendayagunaan reklamasi nilai tambah kesejahteraan masyarakat.

2. Menolak praktik penegakan hukum yang tebang pilih dan penggunaan hukum sebagai alat kekuasaan.

3. Memberi ultimatum kepada anggota DPRD kota Tikep yang baru dilantik agar melahirkan regulasi-regulasi yang pro terhadap rakyat, bekerja dengan jujur adil dan totalitas.

4. DPRD harus lebih serius dalam menjalankan fungsi control dan pengawasan terhadap segala bentuk regulasi-regulasi yang dilahirkan oleh Pemkot Tidore.

5. Menuntut DPRD Kota Tikep agar transparansi terhadap pengelolaan anggaran daerah kota Tidore. (Aidar)




Share:
Komentar

Berita Terkini