|
Menu Close Menu

Kantor Unit Pelayanan Pelabuhan Soasio Gelar Aksi Bersih Pantai dan Laut

Kamis, 12 September 2019 | 20.24
Foto : aksi bersih pantai dan laut yang digelar KUPP Soasiao

TIDORE - Sampah adalah masalah paling krusial yang harus ditangani secara serius oleh semua elemen. Fakta menunjukkan bahwa Indonesia merupakan negara penyumbang sampah plastik ke lautan terbesar kedua di dunia. 

Berdasarkan data dari Asosiasi Industri Plastik lndonesia (NAPLAS), dan Badan Pusat Statistik (BPS), sampah plastik di Indonesia mencapai 64 juta ton/tahun, di mana sebanyak 3,2 juta ton merupakan sampah plastik yang dibuang ke laut. Padahal, sampah plastik sangat berbahaya bagi keberlangsungan ekosistem di laut.

Untuk itu, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perhubungan bertekad untuk penurunan sampah plastik di laut dengan target 70 persen pada tahun 2025. Maka dari itu, Direketorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, dalam rangka memperingati hari Perhubungan Nasional, melaksanakan gerakan bersih pantai dan laut yang diikuti seluruh jajaran dibawahnya. Di Kota Tidore, aksi bersih pantai ini dilakukan pihak Kantor Unit Pelayanan Pelabuhan (KUPP) Soasio di sekitar kawasan pantai pelabuhan Sarimalaha. Gerakan bersih pantai ini dipimpin Sekretaris KUPP Soasio, Sachnawi A. Sukur, Kamis (12/9/2019)

Sachnawi, dalam membacakan sambutan Dirjen Perhubungan Laut menyampaikan bahwa gerakan ini mampu memberikan kontribusi besar terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan di Indonesia.

" Harapannya semoga kegiatan seperti ini dapat dilakukan secara berkesinambungan, sekaligus menjadi pemacu semangat bagi insan perhubungan untuk terus dan berkarya dan berkontribusi untuk negeri. Pelaksanaan gerakan bersih laut dan pantai ini juga merupakan salah satu upaya nyata Kementerian Perhubungan dalam memberikan edukasi masyarakat agar tidak lagi membuang sampah di laut, serta mengajak untuk berperilaku hidup bersih," ujarnya.

Terpisah Kepala KUPP Soasio, Rosihan Gamtjim, menambahkan bahwa kegiatan gerakan bersih laut dan pantai ini dapat menggugah masyarakat agar tidak membuang sampah plastik di laut dan membuang sampah plastik ke sungai yang apabila hujan, sampah tersebut akan bermuara di laut.

Begitu pula yang menimbulkan pencemaran dan kerusakan ekosistem di laut. "Kami mengajak semua komponen masyarakat agar tidak membuang sampah di laut, apalagi sampah yang dari bahan plastik," pintanya (dar)

Bagikan:

Komentar