Masalah Sengketa Lahan, Hakim Tak Terima Gugatan Penggugat

Editor: Admin author photo
Ilustrasi

TALIABU- Sidang putusan sengketa perdata perbuatan melawan hukum di Desa Langganu, Kecamatan Lede, dengan nomor perkara No.3/Pdt.G/2019/PN.Bbg sebagai penggugat Hi. Umar Husen dengan pihak tergugat La Battini, Kepala desa Langganu, Kepala pemerintahan Kecamatan Lede, dan BPN Kabupaten Kepulauan Sula telah memasuki putusan, Kamis (19/09/2019).

Sidang terbuka putusan yang berlangsung pagi pukul 09.00 WIT ini di pimpin oleh Dedi Wijaya Susanto SH.MH di ruang sidang pengadilan Negeri II Bobong Kabupaten Pulau Taliabu.

Dedi Wijaya Susanto, saat di temui usai sidang mengatakan putusan tersebut dinyatakan tidak dapat diterima, karena gugatan tersebut kabur, penyebabnya adalah batas dan luas lahan antara yg di gugat dengan hasil pemeriksaan d lapangan terjadi perbedaan.

"Jadi secara normative bisa dikatakan syarat administrasinya belum terpenuhi," Ungkapnya.

Lanjut hakim menambahkan, untuk pemeriksaan setiap pokok perkara syarat formilnya harus secara jelas dan sempurna

"Tidak boleh ada yang cacat, karena dalam hukum objek yang digugat harus sama dengan yang di periksa dilapangan.
Kendatipun demikian, jika ada pihak yang dirugikan bisa mengajukan gugatan baru atau menempuh upaya hukum lainnya yang telah diatur dalam perundang-undangan," Tambahnya.

Pihak Tergugat dalam kasus sengketa lahan

Sementara itu pihak penggugat Hi.Umar Husen melalui kuasa hukumnya, Mustakim La Dee saat d konfirmasi soal putusan sidang mengatakan, bahwa pihaknya masih harus mempelajari dasar dan pertimbangan dari majelis hakim sehingga putusan tersebut bisa diketahui alasannya.

Kendatipun demikian, Mustakim menambahkan bahwa pada prinsipnya
Sebagai Advokat yang taat akan Hukum, setiap Putusan Hakim harus di hargai sesuai dengan Asas Hukum.

"Kami menghormati putusan hakim, Putusan hakim harus di anggap benar sebagai bentuk Res Judicata Pro Veritate Habetur," tambahnya.

Secara terpisah Tawallani Djafaruddin, SH.,MH (Kuasa Hukum) dari Pihak Tergugat La Batini, Turut Tergugat 2 (Kepala Pemerintahan Kecamatan Lede Kab.Pulau Taliabu) dan Turut Tergugat 3 (Kepala Desa Langganu), ketika dikonfirmasi melalui Via Whatshaap pribadinya mengungkapkan, tergugat bersyukur telah menang pada pengadilan negeri Bobong.

"saya Bersyukur Alhamdulillah telah di Putusnya Perkara Perdata Nomor 3/Pdt.G/2019/PN.Bbg, Oleh Hakim Tunggal Yang Mulia Pemeriksa Perkara Pada Pengadilan Negeri Bobong, Sebab selain Perkara tersebut yang sudah lama bergulir di Pengadilan Negeri Bobong yaitu sejak didaftarkannya oleh Kuasa Hukum Penggugat pada tanggal 22 Maret 2019, juga Pengucapan Putusan pada hari Kamis 19/9/2019 Pukul 10.27 WIT, membuahkan hasil yang baik dimana Dewi Keadilan berpihak kepada Tergugat," Tuturnya.


Perlu diketahui bersama lanjut Tawallani, yang menjadi objek sengketa oleh Penggugat adalah seluas 900 Meter Persegi (30 × 30 meter persegi), namun yang dikuasai oleh Tergugat seluas 576 Meter persegi (24 × 24 meter persegi).

"Hal inilah sehingga menurut Hakim dalam Putusannya yang menyebabkan Gugatan Penggugat Obscuur libel (tidak sempurna) sehingga Gugatan Penggugat diputuskan oleh Hakim pada Pengadilan Negeri Bobong dengan amar putusan berbunyi. "Gugatan Penggugat tidak dapat diterima (niet onvankelijke verklaard/NO), "tutupnya.(Ar)


Share:
Komentar

Berita Terkini