|
Menu Close Menu

Muhammad Sinen Sebut Koalisi 11 Parpol Bentuk Kepanikan

Kamis, 05 September 2019 | 18.37
Foto: Calon Petahana (Ali Ibrahim dan Muhammad Sinen)

TIDORE – Manuver 11 parpol untuk melakukan koalisi jelang Pemilihan Walikota dan Walikota Kota Tidore Kepuluan Tahun 2020.

Ditanggapi santai Ali Ibrahim dan Muhammad Sinen sebagai calon petahana. Menurut Ali Ibrahim bahwa berkumpulnya 11 parpol dengan mengeluarkan pernyataan melawan petahana itu adalah hal yang wajar-wajar saja, dengan alasan menyelamatkan demokrasi di Kota Tidore Kepulauan itu tidak benar, karena Demokrasi Kota Tidore Kepualaun. Faktanya sangat demokrasi, karena ada mereka ada demokrasi dan ada dinamika politik.

" Ada lawan itu lebih baik dan Demokrasi, mengumpulkan kekuatan menghadapi kandidat kuat harus banyak opini,” demikian kata Ali Ibrahim kepada awak media di tidore, Kamis (5/9/2019).

Ali menegaskan, sebagai calon petahana banyak strategi telah dipersiapkan dalam mengahdapi lawan tinggal bagaimana cara mainnya, asalkan secara sehat, tanpa ada politik fitnah-memfitnah. Melainkan politik santun dengan ide gagasan.

Mengenai kesiapan 11 parpol menghadapi dirinya dianggap hal biasa, sebab itu bukan tumbuh dari perkataan ribuan warga Kota Tidore dari Desa/ Kelurahan dan 8 (delapan) Kecamatan di Kota Tidore Kepulauan.

" Pernyataan 11 Pimpinan Parpol tidak berpengaruh dan opini mereka tidak merubah pilihan kepada dirinya dan Muhammad Sinen yang nyata berbuat,” tukasnya.

Ali Ibrahim menuturkan  sebagai  calon petahana dengan penuh keyakinan dan optimis tinggi proses pemberian dukungan belum selesai dan apa yang direncanakan masih dapat berubah tinggal kita lihat kedepanya.

“ Jika konstelasinya tidak berubah, maka semuanya dikembalikan ke masyarkat tidore, bukan ke 11 orang politisi itu,” terangnya.

Ali Ibrahim  juga kembali menyentil persoalan partai politik memborong satu kandidat, bukan persoalan baru di Indonesia, tetapi sudah berlangsung di beberapa daerah lainya.

Akan tetapi, kemenangan selalu berpihak pada kedaulatan masyarakat dalam menentukan pilihan siapa yang layak mereka pilih untuk memimpin yang sudah tentu pemimpin yang dekat dengan mereka dan punya karya nyata, tukasnya.

Ali juga mengimbau kepada seluruh pihak yang berkepentingan dalam Pilwako Tidore Kepulauan tahun 2020. “ Marilah menjalankan misi kemenangan secara demokrasi tak perlu menciptakan kondisi politik daerah yang terlihat rumit padahal sangat baik,”. Lanjutnya, faktanya proses penyelengggaran Pemerintahan dan DPRD berjalan baik, masyarakat hidup tenang jangan dibuat seakan lagi kacau kalau dengan krisis kinerja Pemerintah dan DPRD sehingga masyarakat hidup sengsara, cetusnya.

Muhammad Sinen menambahkan apa yang dilakukan para 11 pimpinan parpol hanyalah bentuk kepanikan mereka dalam merespon dinamika politik di Kota Tidore kepada pasangan AMAN Jilid II yang terus-menerus dibanjiri dukungan nyata masyarakat di setiap Desa dan Kelurahan.

“ Mereka gabung jurus apa saja, tetapi masyarakat sudah punya pilihan, sebagai pimpinan partai politik harus berfikir yang matang barulah melakukan pergerakan perlawanan, jangan karena panik dengan kekuatan AMAN pimpinan partai politik tidak lagi berfikir membuat sesuatu pergerakan politik. Bagi pasangan AMAN tetap santai- santai  menang dan kalah sudah diatur, manusia hanya bisa berusaha yang terbaik dengan langkah taktis," ujar calon wakil walikota.

Muhammad Sinen juga turut berdoa agar apa yang dilakukan 11 parpol dapat menemukan sosok kandidat yang menjadi lawan politiknya bersama Ali Ibrahim pada pemilihan 2020 nanti.

“ Ditakutkan jangan sampai pergerakan partai politik tidak menemukan kandidat untuk bertarung, karena melihat peluang menang yang sangat kecil, belum lagi terjadinya perubahan konstalasi politik dimana - mana," Bisa saja ada 3 atau 4  dari 11 partai politik itu memberikan dukungan ke pasangan AMAN," paparnya.

Untuk itu dirinya menghimbau kepada Masyarakat agar tidak terpengaruh dengan adanya opini-opini yang hanya membuat polemik memecah-belah kesolidan membangun daerah.

“ Mari kita sama-sama mengikuti proses Demokrasi secara sehat untuk menghasilkan pemimpin yang berkarya nyata  yang aman - aman saja,” tutupnya. (dar)

Bagikan:

Komentar