|
Menu Close Menu

Operasi Minggu Pertama Satlantas Polres Tikep Jaring 298 Pelanggar

Selasa, 10 September 2019 | 16.29
Kasat Lantas Polres Tikep Iptu Ridwan Usman didampingi Paur Humas Ipda Arjan Naser ketika menggelar konpres operasi patuh kewilayahan 2019


TIDORE- Satu pekan menggelar operasi patuh kewilayahan Satlantas Polres Tidore Kepulauan berhasil menjaring 298 pelanggar baik kendaraan roda dua maupun roda empat.

Kasat Lantas Polres Tikep Iptu Ridwan Usman didampingi Paur Humas Ipda Arjan Naser kepada wartawan menyatakan dalam operasi patuh kewilayahan terhitung sejak tanggal 29 Agustus sampai tanggal 4 September 2019 untuk minggu pertama jumlah kendaraan yang terjaring sebanyak 298 pelanggar.

Sementara operasi minggu kedua belum dapat dihitung jumlah secara keseluruhan, karena saat ini masih dalam tahap pengoperasian di lapangan.

“Hasil penegakkan hukum atau yang ditilang sebanyak 298, yang tidak menggunakan helm dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) sebanyak 117 pelanggar, melawan arus sebanyak 14 pelanggar, anak dibawah umur 17 Tahun yang belum memiliki Sim sebanyak 14 pelanggar, dan surat-surat yang tidak lengkap berupa STNK yang sudah mati beserta pengemudi roda empat yang tidak memakai sabuk pengaman sebanyak 99 pelanggar,” papar Kasat Lantas Polres Tikep Iptu Ridwan Usman melalui konferensi pers di aula Mapolres Tikep, Selasa (10/11/2019).

Dari data tersebut, Kasat Lantas, Iptu Ridwan Usman, tentunya yang menjadi pelanggar terbanyak adalah tidak mengunakan helm standar oleh para pengendara roda dua baik yang mengenderai dibagian depan maupun belakang.

“Selama bertugas di empat kecamatan yang berada di pulau tidore dan satu kecamatan di daratan oba yakni Kecamatan Oba Utara sejauh ini tidak ada kendala yang begitu berat,” jelasnya.

Kasat Lantas mengakui bahwa tujuan dari pada kegiatan tersebut tidak lain adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam ketertiban berlalulintas, itu yang harus dimaknai paling utama oleh masyarakat adalah keselamatan, bukan karena takut ada petugas yang melakukan operasi.

“Alhamdulillah dari operasi ini terjadi perubahan yang signifikan, dimana para pengendara roda dua khusunya yang menggunakan helm sudah mulai tertib, sehingga hampir tidak ditemukan lagi pengendara roda dua yang tidak menggunakan helm, meski begitu kami tidak bisa memastikan bahwa masih ada yang tidak menggunakan helm, olehnya itu kesadaran bersama akan pentingnya tertib berlalulintas untuk keselamatan, perlu menjadi tanggungjawab bersama,” tutupnya. (dar)

Bagikan:

Komentar