|
Menu Close Menu

Staf Ahli Gubernur Peletakan Batu Pertama Gedung MAS Nurul Falah Bobisingo

Minggu, 08 September 2019 | 22.10
Staf Ahli Gubernur Darwis Pua hadiri peletakan batu pertama gedung MAS Nurul Falah Bobisingo (foto/humas)

SOFIFI - Selama 8 tahun, Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Nurul Falah Bobisingo terpaksa melangsungkan proses belajar mengajar menggunakan bangunan SD (Sekolah Dasar) Bobisingo. 

Pasalnya, sekolah dibawa Yayasan Nurul Falah ini belum memiliki gedung sendiri. 
Kondisi ini perlahan-lahan mulai berubah, berkat kerja sama tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, dan pemerintah desa Bobisingo pada Minggu (8/9) kemarin dilakukan peletakan batu pertama gedung pertama MAS Nurul Falah Bobisingo.

Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Darwis Pua membacakan sambutan tertulis Gubernur Maluku Utara KH. Abdul Gani Kasuba  menyampaikan pelaksanaan kegiatan hari ini merupakan salah satu agenda yang sangat penting dan memiliki makna yang strategis.  Kenapa demikian, karena apa yang dilaksanakan ini merupakan sebuah langka awal dalam rangka mewujudkan pembangunan, khususnya pembangunan bidang pendidikan di daerah ini, sembari menegaskan pendidikan merupakan sesuatu yang sangat penting dan harus dinikmati oleh semua anak bangsa.

“ Pemerintah Daerah memberikan apresiasi kepada seluruh warga masyarakat yang ada di Desa Bobisingo, karena telah menunjukkan semangat yang tinggi, membangun sebuah tempat pendidikan yang hari ini mulai melakukan kegiatan pembangunan, yang ditandai dengan acara peletakan batu pertama hari ini.

“  Ini merupakan bukti nyata bahwa seluruh masyarakat disini benar-benar memiliki kemauan yang tinggi dalam memandang pendidikan sebagai suatu kebutuhan yang mendasar demi putera/puterinya di masa yang akan datang,” tutur Darwis. 

Sebelum mengakhiri sambutannya. Staf Ahli Gubernur  mengajak kepada seluruh pihak, baik Kanwil Kementerian Agama, dan Pemerintah Provinsi Maluku Utara, serta masyarakat agar senantiasa bahu-membahu untuk mempercepat pembangunan gedung MAS Nurul Falah Bobisingo. Agar supaya anak-anak kita yang ada di sekitarnya dapat menempati gedung sekolah yang layak untuk belajar. dan kepada orang tua yang mempunyai putera dan puteri yang sedang menuntut ilmu disini, atau  yang nantinya akan masuk di sekolah ini, sampaikanlah kepada mereka bahwa semua sekolah yang ada dimana-mana itu semuanya sama, tutupnya

Kepala Sekolah MAS Nurul Falah Bobisingo, Salama Kiha berharap Pemprov Malut juga turut membantu pembangunan gedung pertama ini, sehingga di akhir tahun 2019, sudah bisa digunakan. 

Dia mengaku, sudah mengajukan proposal permohonan bantuan kepada Gubernur, untuk pembangunan enam lokal untuk ruang belajar, satu perpustakaan, satu laboratorium, satu kantin, satu ruang kantor guru, dan satu ruang kantor kepala sekolah dan bangunan Mushalah. 

“ Kami berharap ini dapat ditindaklanjuti oleh Gubernur, agar sekolah kami ini juga bisa bersaing dengan sekolah lain, tidak hanya dari sisi sarana dan prasarana, tapi juga kualitas guru dan siswa,” paparnya. 

Dikatakan, selama 8 tahun ini, MAS Nurul Falah Bobisingo sudah mencetak sebanyak 75 orang yang lulusan, yang saat ini sudah tersebar di beberapa universitas di Maluku Utara. Sementara untuk saat ini, siswa/i yang sedang menjalani proses belajar mengajar sebanyak 45 orang. 

Untuk itu, dirinya menaruh harapan besar kepada Kanwil Kemenag dan Pemprov Malut agar dapat melihat kekurangan dari MAS Nurul Falah Bobisingo. 

“ Kami berharap, di tahun 2019 ini, dengan berbagai partisipasi mereka, sehingga secepatnya siswa-siswi madrasah Nurul Falah  bisa dapat mencicipi bangunan baru,” harapnya. 

Acara peletakan batu pertama ini dihadiri Staf Ahli Gubernur Darwis Pua, Kepala Desa Bobisingo Adhan Kapalari, Perwakilan Kanwil Kemenag Halut Hata Labato, Ketua Yayasan Abdullah Doa, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, dan ratusan warga Desa Bobisingo. (ric)

Bagikan:

Komentar