Dokter Hewan dan Paramedis Veteriner Perlu Mendapatkan Perlindungan Hukum

Editor: Admin author photo

Foto: Ketum PB PDHI Muhammad Munawaroh bersama Staf Ahli Bidang Hukum dan Pemerintahan Pemprov Malut Idham Umasangadji beserat pengurus PDHI Malut

TERNATE - Dalam rangka menjamin ketenangan dalam menjalankan tugasnya dokter  hewan dan paramedis  veteriner perlu mendapatkan perlindungan hukum.

Pasalnya, dokter hewan mempunyai peranan yang sangat penting dalam  pengendalian penyakit zoonosis (penyakit yang menular dari hewan ke manusia). 

Menurut Ketua Umum PB Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia, Drh. Muhammad Munawaroh, saat ini di seluruh dunia terdeteksi lebih dari 200 jenis penyakit zoonosis.  Dan  lebih dari 70% penyakit pada manusia berasal dari hewan.

Selain itu, dokter hewan juga berperan dalam penyediaan protein hewani, kesejahteraan hewan dan penjaminan produk asal kehalalan produk asal hewan. “ Dokter Hewan  dan Paramedis veteriner mempunyai kedekatan hubungan  kerja yang tidak bisa dipisahkan. Namun begitu keduanya mempunyai batasan tugas dan kewenangan,” , ungkap Muhammad Munawaroh, sebagai pembicara dalam seminar Perlindungan Hukum Dokter Hewan dan Paramedis Veteriner, Sabtu (26/10).

Di Provinsi Maluku Utara jumlah Dokter Hewan masih sangat sedikit dan bekerja tersebar di berbagai instansi pemerintah  seperti di Dinas Pertanian, Balai  Karantina Pertanian dan Balaii Konservasi Sumber Daya Alam.

Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI)  cabang Maluku Utara di bentuk pada tahun 2017, dan merupakan PDHI cabang dengan anggota tersedikit   hanya 15 orang Dokter Hewan saja.  

Seminar sehari ini juga sekaligus melantik kepengurusan PDHI Maluku Utara Periode 2017-2021 yang di ketuai oleh Drh. Setiyo Winingsih. (tim)
Share:
Komentar

Berita Terkini