Gubernur Malut : Bambang Hermawan Belum Bisa Didorong Jadi Sekda Definitif

Editor: nusantaratimur.com author photo
Foto : Gubernur Maluku Utara KH. Abdul Gani Kasuba
SOFIFI – Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara, Bambang Hermawan, saat ini digadang-gadang sebagai calon Sekda definitif. Walau begitu, dari 12 nama yang mengikuti seleksi calon sekretaris daerah yang sementara  berlangsung belum tentu terpilih sebagai sekda definitif.

Mengingat, 12  calon yang mengikuti seleksi saat ini adalah merupakan putra-putra daerah Maluku Utara yang tentunya, memiliki kapasitas intelektual dan pengalaman birokrasi yang sudah tidak di ragukan lagi.

"Bambang Hermawan saat ini menjabat Pj. Sekretaris Daerah serta merangkap pula kepala badan keuangan, olehnya itu yang bersangkutan belum bisa didorong untuk menjabat sekda definitif dan akan di kembalikan ke keuangan, sebab dia orang BPKP” ungkap Gubernur Maluku Utara KH. Abdul Ghani Kasuba, Lc, kepada wartawan di halaman kantor gubernur, Selasa (1/9/2019).

Kata Gubernur, dari 12 orang calon yang berkompetensi untuk menjadi Sekda definitif, semuanya merupakan orang-orang berpendidikan dan memiliki kapasitas, akan tetapi di akhir seleksi ada penilaian khusus dari gubernur.

“Nanti ada penilaian khusus dari gubernur, siapa yang bakal mendampingi gubernur sebagai Sekretaris Daerah di Pemerintah Provinsi nanti,” tegasnya.

Disinggung mengenai Kepala Dinas Informasi, Komunikasi dan Persandian (Provinsi Maluku Utara, Drs Imam Makhdy Hassan, yang mengikuti seleksi calon sekda. Gubernur Maluku Utara, mengaku sosok Imam Makhdy Hassan, adalah putra daerah yang pintar dan memiliki loyalitas terhadap pemimpin.

"Pak Didi orangnya  baik, pintar dan paling loyal terhadap pimpinan dan itu sudah terbukti," ungkapnya.

Sambungnya, untuk ketiga nama yang nantinya dipilih dari 12 orang yang mengikuti seleksi sekda. Gubernur menegaskan hal itu diserahkan ke panitia seleksi, ia hanya sebatas memberikan penilaian khusus saat sudah terpilih dari tiga nama yang akan disampaikan ke presiden.

"Itu Pansel yang tentunya lewat seleksi. Jadi 12 nama itu punya peluang yang sama, kalau tinggal tiga orang, baru di situ ada penilaian khusus dari gubernur,” ungkapnya. (za)

Share:
Komentar

Berita Terkini