Palsukan Tanda Tangan, Kades Losseng Dilaporkan Ke Polisi

Editor: Admin author photo
Foto : Dokumen yang diduga dipalsukan Kades Losseng

TALIABU- Kepala Desa Losseng, Harnono La Yai, dilaporkan ke polisi atas dugaan pemalsuan tanda tangan Ketua dan Anggota Pengelola Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Desa Losseng, Kecamatan Taliabu Timur, Kabupaten Pulau Taliabu. 

Kasus dugaan pemalsuan dilaporkan, Wa Ode Nuraini, selaku Ketua Pengelola PAUD Desa Losseng. Ia mengungkapkan Kepala Desa Losseng telah memalsukan tanda tangannya bersama ketiga rekannya pengelola PAUD pada dokumen realisasi anggaran bantuan pendidikan tingkat dini yang bersumber dari Anggaran Dana Desa (Dandes) tahun 2017, 2018 dan 2019.

"Jadi kepala desa memalsukan tanda tangan empat orang pengurus PAUD. Ini tanda yang dipalsukan di dokumen realisasi anggaran bantuan PAUD, nilai  bantuan per satu tahun anggaran sebesar Rp.7.200.000, tertera jelas di dokumen anggaran Dandes,” cecar Ketua Pengelola Wa Ode Nuraini alias Mama Cici, kepada wartawan media ini, Sabtu (26/10/2019).

Anggaran bantuan yang telah diplot pada anggaran Dana Desa ke PAUD khusus Desa Losseng, kata Wa Ode, telah berjalan mulai dari tahun 2017 sampai tahun 2019. “ Hal ini telah dibenarkan oleh pihak Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Pulau Taliabu,” tutur Wa Ode.

Walau begitu, anggaran pengelola PAUD Desa Losseng, Wa Ode tidak pernah menerima satu rupiah pun dari tahun 2017 hingga 2019 ini. Atas dasar itulah, Wa Ode bersama rekan-rekannya menempuh jalur hukum. 

“ Karena kades sudah palsukan tanda tangan saya dan rekan-rekan saya punya tanda tangan, maka kami bersepakat untuk melaporkan kades ke polisi, dan saat ini kami sudah lapor ke Polsek Taliabu Timur Selatan. Selanjutnya masalah ini sudah di tangani oleh Polsek. Sebab bukti pemalsuan tanda tangan sudah diserahkan ke polisi,” ujar Wa Ode.

Terpisah, Kapolsek Taliabu Timur Selatan, Ipda Walid Buomona, ketika di konfirmasi melalui via telepon membenarkan laporan kasus pemalsuan tanda tangan oleh terduga Kades Losseng Harnono La Yai sebagaimana dilaporkan pihak pengelola PAUD Desa Losseng, Ibu Wa Ode Nuraini, kepada Polsek Taliabu Timur Selatan.

"Benar pengelola PAUD Desa Losseng telah melaporkan kasus pemalsuan tanda mereka yang di lakukan oleh terduga Kepala Desa Losseng sendiri, Pak Harnono La Yai. Dan kasusnya saya sudah tindaklanjuti ke penyidik polres, untuk nantinya di proses sesuai dengan hukum yang berlaku,” paparnya.

Walid mengingat, kasus tersebut ada kaitannya dengan kasus penyalahgunaan anggaran dana desa dan Alokasi dana desa ADD tahun 2017-2018 dan tahap satu 2019 Desa Losseng dengan terduga pelaku yang sama yaitu,  Kades Harnono La Yai. Maka laporan kasus pemalsuan tanda tangan ini, akan di proses bersamaan dengan kasus dugaan penyalahgunaan anggaran Dandes dan ADD. 

"Jadi kasus pemalsuan tanda tangan  ini berkaitan dengan kasus DD dan ADD dengan terduga pelaku yang sama, maka kami menunggu hasil audit inspektorat dulu, baru akan di proses secara bersamaan. Jadi sabar saja, kalau sudah ada perkembangan saya akan informasikan ke rekan-rekan media,” tuturnya. 

Sekedar di ketahui bahwa kurang lebih 3 tahun anggaran pendidikan tingkat dini (PAUD) Desa Losseng telah di anggarkan melalui anggaran DD. Alih-alih dalam kurung waktu tiga tahun itu pula, Kepala Desa Losseng,  Harnono La Yai tidak memberikan anggaran tersebut kepada pengurus PAUD Desa Losseng.  

Sementara jumlah anggaran yang diploting  di anggaran Dana Desa per tahun sebesar Rp.7.200.000. Jika  dikalikan selama tiga tahun, maka anggaran  pendidikan yang diperuntukkan PUAD Desa Losseng totalnya sebesar Rp. 21.600.000 (dua puluh satu juta enam ratus rupiah). Diduga anggaran tersebut ditilep Kades Losseng. (Ary) 
Share:
Komentar

Berita Terkini