Peringati Hari Santri, Muhammad Sinen : Peringatan ini Sebagai Monumental Penguatan Karakter Bangsa

Editor: Admin author photo

Foto: Wawali Muhammad Sinen (Tengah) Perwakilan Kantor Agama Tikep M. Ali Tero

TIDORE- Meniti kembali Sejarah hari Santri, teringat dengan kejadian heroik ketika sekelompok pemuda mencegat mobil Buick milik Malaby di dekat jembatan merah pada tanggal 30 oktober 1945, seorang Santri lalu melepaskan tembakan tepat ke arah Malaby dan meninggal seketika, beritanya menyebar cepat, kejadian demi kejadian yang dipelopori oleh para Santri kemudian memantik Resolusi Jihad, para tokoh Nahdatul Ulama (NU) kemudian berkumpul di Surabaya tepatnya 22 oktober 1945, merumuskan isi Resolusi Jihad.



Resolusi Jihad itu menyatakan bahwa perjuangan melawan penjajah untuk merebut kemerdekaan adalah perjuangan Suci (Jihad), artinya berjuang mengusir penjajah dari bumi Nusantara hukumnya fardhu a'in bagi setiap muslim.

Gelombang perlawanan umat islam semakin kuat begitu kabar tentang Resolusi Jihad ini menyebar, bukan hanya kaum nasionalis, kaum Santri juga mengambil bagian dalam perjuangan kemerdekaan. Berkali-kali kita mendengar seruan paling patriotik 'Merdeka atau Mati!'

74 tahun berlalu, di tahun 2015 di masa kepemimpinan Jokowi, kemudian mengambil momentum besar Resolusi Jihad untuk menandainya sebagai hari Santri. Penetapan hari Santri sebagai upaya meneladani kembali semangat Jihad para Santri dalam perjuangan kemederkaan dan upaya meneguhkan keutuhan NKRI.

    Foto: Para Santri Se-Kecamatan Oba, Kota Tidore Kepulauan

Pagi ini, Tanggal  22 Oktober 2019, di sebuah desa yang jauh dari masjid Istiqlal Jakarta, tepatnya di ibukota Provinsi Maluku Utara, seluruh Santri dari seluruh TPQ se-kecamatan OBA Utara mengenang kembali pembacaan pertama kali Resolusi Jihad oleh seorang pahlawan nasional KH Hasjim Asy'ari, penghormatan itu berlangsung khidmat.

Kegiatan yang dilaksanakan ini diketahui dirangkaikan dengan wisuda para santri dan dirangkaikan dengan upacara memperingati hari santri yang berlangsung di lapangan sepak bola desa Akekolano. Selasa (22/10/2019)

Wawali, Muhammad Sinen, dalam sambutannya, Menegaskan bahwa taman pendidikan Alquran bagi anak-anak sangat penting, generasi penerus bangsa yang berahlak Alquranul Karimah adalah sebaik-baiknya kekuatan negara di tengah tantangan zaman yang semakin komplex.

"Taman-taman Pengajian Quran (TPQ) harus menjadi garda terdepan menciptakan generasi milenial yang gemilang, cerdas dan berakhlak mulia, Sebagai benteng generasi pemerintah daerah akan serius memperhatikan guru - guru TPQ se-Kota Tidore dengan berkomitmen memberikan insentif pada seluru guru-guru taman penganjian Alquran. Apresiasi yang tinggi diberikan pada mereka yang sudah bersedia mengobarkan waktu tenaga dan pikiran untuk mendidik generasi usia dini Kota Tidore Kepulauan, kualitas pelayanan pemerintah daerah akan terus ditingkatkan demi mendukung seluruh kegiatan-kegiatan para Santri yang di masa lalu sebagai pejuang kemerdekaan, di masa kini sebagai penjaga keutuhan NKRI," katanya.
Acara yang dihadiri Wakil Walikota Tidore Kepulauan (Tikep) Muhammad Senen, dan perwakilan kantor agama Kota Tikep M. Ali Tero, berserta 129 santri, guru - guru TPQ serta para Muspika, acara wisuda Santri dirangkaikan dengan upacara memperingati hari Santri berlangsung penuh makna. (Aidar)
Share:
Komentar

Berita Terkini