Speedboat Partai Gerindra Pultab Dirusaki dan Mesinnya Dicuri

Editor: Admin author photo
Foto: Alat Bukti speedboat milik DPC Partai Gerindra Pultab
TALIABU -  Kasus pengrusakan mobil Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kabupaten Pulau Taliabu (Pultab) juga belum tuntas diusut oleh pihak kepolisian.

Kasus serupa kembali dialami DPC Partai Gerindra Pultab. Pasalnya,   Speedboat DPC Partai Gerindra yang berlabuh di tanjung merah, Desa Talo Kabupaten Pulau Taliabu, dirusaki oleh orang tak dikenal (OTK). 

Selain merusak fasilitas transportasi laut milik partai berlambang garuda ini,  Dua unit mesin laut kapasitas 50 PK  dibawa kabur oleh pelaku. Sementara insiden naas itu, terjadi pada hari Selasa (29/10) kemarin di Desa Talo Tanjung Merah, Kabupaten Pulau Taliabu.

Atas peristiwa ini, Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Pulau Taliabu, Muhaimin Syarif, sangat menyayangkan dan mengutuk keras tindakan kejahatan tersebut. Sementara  Speedboat tersebut belum setahun dibeli sudah di dirusaki oleh OTK.

" Speedboat yang digunakan untuk kerja-kerja politik partai ini, dirusaki dengan cara dibocori bahkan mau ditenggelamkan. Beruntung warga setempat yang melihat speedboat langsung ditarik ke darat, sedangkan dua unit mesin laut dicuri” cecar Ketua DPC Partai Gerindra Pulau Taliabu, Muhammad Syarif,  kepada wartawan media ini melalui via telepon. Rabu (30/10/2019).

Menurut Muhaimin Syarif, kejadian ini sudah berulang kali setiap menjelang  momentum demokrasi di Taliabu. 

“ Jika kalau ini didasari motif politik, maka kami  mengutuk keras tindakan-tindakan oknum yang tidak bertanggungjawab, karena ini menandakan bahwa niat dan itikad kita untuk terciptanya demokrasi yang baik di Pulau Taliabu masih jauh dari harapan,” tandasnya. 

Bahkan, pihaknya mendesak kepada Kapolda Maluku Utara maupun Kapolsek Taliabu Barat agar kejahatan seperti ini benar-benar di usut hingga tuntas. Dan saya berharap dalam penegakan hukum tidak pandang bulu,” desak Muhaimin.

Menurut anggota DPRD Provinsi Maluku Utara ini, bahwa kasus mobil partainya yang dirusaki setahun yang lalu. Mestinya sudah tuntas ditangani aparat kepolisian, namun faktanya kasus tersebut tidak tuntas diselesaikan. Lebih sadisnya lagi identitas pelaku sampai sekarang tidak ketahui.

“ Jika kasus ini, tak kunjung dibongkar pihak aparat penegakan hukum, maka oknum pelaku kejahatan akan mempunyai penilaian bahwa mereka melakukan tindakan kejahatan, toh penegakan hukum juga tak serius dalam menuntaskan kasus ini." pungkasnya. 

Akibatnya, para pelaku terus melakukan tindakan kejahatan, apabila asumsi yang ada dibenak para pelaku seperti itu, maka ini akan menjadi preseden buruk terhadap institusi penegakkan hukum di Pulau Taliabu,” tutupnya. (Ary)
Share:
Komentar

Berita Terkini