APS Desak Kapolres Panggil Paksa Mantan Pimpinan DPRD Kepsul

Editor: Admin author photo
Foto : Aksi unjuk rasa APS mendesak penegak hukum tuntaskan kaorupsi di Kepsul

SANANA - Aksi unjuk rasa Aliansi Pemuda Sula (APS) Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) mendesak Kapolres AKBP M. Irvan SIK segera memanggil paksa dua mantan pimpinan DPRD Kepsul masa jabatan 2014-2019, Yakni Ismail Kharie (eks Ketua DPRD Kepsul) dan Alexander Yosinande (eks Wakil Ketua DPRD) atas dugaan korupsi anggaran belanja rumah tangga atau anggaran makam minum (mami) yang bersumber dari ABPD Tahun 2007.

Aksi unjuk rasa ini menyampaikan rentetan masalah pelanggaran hukum di Kepsul yang saat ini  belum mendapat perhatian serius oleh pihak penegak hukum, Kamis (20/11/2019).

Koordinator Aksi APS, Fahridani Umamit, kepada nusantaratimur.com mengatakan, berdasarkan beberapa temuan kasus yang saat ini datanya bertumpuk di Kantor Kepolisian Kepulauan Sula, seperti kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) dan dugaan penyalahgunaan belanja rumah tangga pimpinan DPRD tahun 2018 senilai 700 juta.

"Hal ini sudah menjadi tanggung jawab penegak hukum untuk harus diselesaikan", jelasnya.

Dikatakannya, kasus dugaan korusi mami  DPRD Sula tidak pernah direalisasikan oleh bendahara DPRD, sehingga selama ini DPRD tidak menempati Rumdis yang disediakan.

“ Kasus ini kan penyidik tipikor Polres Kepsul sudah pemeriksaan terhadap Sekwan DPRD Kepsul dan Bendahara Sekwan termasuk mantan wakil ketua II DPRD Jufri Umasugi atas temuan anggaran belanja rumah tangga pimpinan DPRD yang diduga fiktif berdasarkan temuan BPK RI Perwakilan Maluku Utara,” tandasnya.

Lanjut Fahridani, penyidik tipikor Polres Kepsul segera melayangkan surat pemanggilan paksa terhadap dua eks pimpinan DPRD Kepsul, karena dua kali mereka tidak mengindahkan panggilan klarifikasi penyidik tipikor.
“ Kami tetap akan mengawal kasus ini, kami terus turun ke jalan untu menyuarakan persoalan ini hingga sampai tuntas,” tegasnya.

Terkait kasus OTT, Menurutnya  kasus ini sudah memenuhi syarat untuk harus di tuntaskan, karena kasus OTT itu ditemukan langsung oleh pihak Kepolisian, namun kenapa sampai saat ini kasus ini tersebut tidak bisa diselesaikan, ungkap Fahridani.
Menyikapi hal itu, Kasat Reskrim Polres Kepsul, IPTU Paultri Yustamin SIK, mengatakan, kalau terkait dengan kasus OTT saat ini pihaknya masih penyelidikan.

"Kita masih proses (pengaduan dugaan korupsi, red). Untuk kasus duagaan mantan Ketua DPRD Sula yang lama masih dalam lidik dan permintaan klarifikasi, kasus masih berjalan dan saat ini dalam tahap pemeriksaan, sambungnya.

“ Mereka sudah dua kali kami melakukan panggilan kepada mantan Ketua DPRD Sula, tapi sampai saat ini belum datang untuk klarifikasi, informasi yang kami dapat katanya beliau masih diluar daerah,” tutupnya. (di)

Share:
Komentar

Berita Terkini