Dinas Kebudayaan Kota Ternate Gencar Sosialisasi UU Nomor 5 Tahun 2017

Editor: Admin author photo
Foto: Kadis Kebudayaan Kota Ternate Arifin Umasangdji (pecih hitam) beserta Staf Dinas Kebudayaan pada acara workshop peningkatan pengetahuan kebudayaan daerah tahun 2019

TERNATE-Bidang Adat Seatorang Dinas Kebudayaan Kota Ternate, Kamis (21/11), menggelar sosialisasi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan dan workshop peningkatan pengetahuan kebudayaan daerah tahun 2019. Yang dilaksanakan di Aula Grand Majang Hotel Kota Ternate.

Workshop di buka Kepala Dinas Kebudayaan Kota Ternate, Arifin Umasangdji, menghadirkan Narasumber hukum pidana, Dr. Ridha Azam, Ali Lating (Akademisi/UMMU), Ahli Antropologi Sarifuddin dan Kabid Cakar Budaya dan Musik Muhlis Jumadil.

Sementara hadir sebagai peserta workshop Kepala-Kepala sekolah SD/SMP Se-Kota Ternate, Perangkat Kesultanan Ternate, Sanggar Seni, Komunitas Kota Ternate, LSM, BEM IAIN Ternate, BEM Universitas Muhammadiyah Maluku Utara, dan Komunitas Masyarakat Adat.

Kadis Kebudayaan Kota Ternate Arifin Umasangadji saat diwawancarai media ini usai workshop dilaksanakan. Ia mengatakan bahwa kegiatan ini mensosialisasikan Undang-Undang Nomor 5 Tahun Pemajuan kebudayaan, peningkatan pemajuan kebudayaan. “ Jadi intinya undang-undang ini baru diundangkan 2 tahun dan harus masyarakat tahu regulasi ini,”  ungkap Arifin.

Arifin menjelaskan sosialisasi UU Nomor 5 Tahun 2017 penting dilakukan, karena seluruh stakeholders yang menjadi ekosistem kebudayaan mempunyai tanggung jawab moral untuk bagaimana mengimplementasi undang-undang kebudayaan yang di dalamnya ada 10 objek pemenuhan kebudayaann  yang meliputi ada tradisi lisan, manuskrip, adat istiadat, cakar budaya dan bahasa.

“ 10 objek itu harus di lestarikan, di kembangkan, di manfaatkan, jangan sampai generasi yang akan datang akan tidak tahu. Jadi semua elemen bangsa harus tahu, karena ini tanggung jawab dari dinas kebudayaan untuk mensosialisasikan ke masyarakat luas,” tandasnya.

Lanjutnya, hadirnya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017. Maka Pemerintah lewat DPR telah membentuk Dinas Kebudayaan, sebab kita punya potensi budaya ini besar. Padahal Ternate budaya nya luar biasa,  Kesultanan masih eksis, kemudian kita punya tradisi lisan, kita punya ‘dolo bololo’ banyak hal yang harus digali," ungkapnya.

Langkah ke depan nya, Kata Arifin, tetap mengacu pada pokok-pokok kebudayaan daerah (PPKD). “ Jadi kami tidak akan kerja di luar dari PPKD dan itu rutnet nya, dan ke depan harus bentuk adanya dewan kebudayaan,” Sambung Arifin.

"Harapannya apa yang kita lakukan ini, mulai dari materi-materi yang disampaikan oleh para narasumber itu bisa di implementasi kan oleh para peserta,” harapnya.

Terpisah ketua panitia Rustam Abdul Gani Latin menambahkan kegiatan sosialisasi UU Nomor 5 tahun 2017 tentang pemajuan kebudayaan dan workshop peningkatan kebudayaan daerah ini dilaksanakan oleh bidang Adat Seatorang Dinas Kebudayaan Kota Ternate.

"Jadi kegiatan ini sudah laksanakan yang ketiga kalinya. Nah kegiatan terakhir nanti adalah  Parade Budaya Religi yang dilaksanakan bersamaan dengan Hari Ulang Tahun Ternate pada bulan Desember yang kita beri nama Sego Fi Gam,” tutur Rustam. Rustam menyebutkan bahwa kegiatan workshop hari ini dalam rangka menguatkan sinergitas antara pemerintah, organisasi, LSM maupun dengan perangkat adat kesultanan ternate, karena budaya ternate harus berkiblat ke kesultanan ternate sebagai barometer dari budaya, ucapnya.

Sambungnya, target ke depan, mungkin kita akan mengerucut pada pembuatan Peraturan Daerah (Perda), karena setiap kegiatan yang dilaksanakan muaranya untuk perumusan Perda tentang kebudayaan. “ Undang-undang Kebudayan sudah ada, tapi Perdanya belum ada, namun kita harapkan dengan adanya Perda apa yang kita targetkan dapat tercapai,” pungkansya.

Harapan kita dengan kegiatan ini mudah-mudahan ke depan, masalah budaya khususnya di Kota Ternate ini bisa kita bekerja sama. “ Kalau cuman pemerintah sendiri tidak bisa, tapi harus berkerja sama lah dengan di berbagai elemen,” tutupnya. (Ady)

Share:
Komentar

Berita Terkini