DPMD Kota Tidore Kaget, FP di Ciduk Polisi

Editor: Admin author photo
Foto : Tersangka FP bersama rekan-rekannya diamankan Ditresnarkoba Polda Malut

TIDORE –  Penangkapan oknum ASN berinisial FP alias R (32) membuat Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kota Tidore Kepulauan kaget. Pasalnya, pelaku yang berstatus PNS dilingkup Pemkot Tidore Kepulauan di ketahui sedang mengurus ayahnya sedang sakit.

  Kami kaget FP di tangkap polisi, karena tidak ada pemberitahuan resmi dari pihak terkait, kami tahu setelah viral dari berita media online,” ungkap Kabid Pemberdayaan Ekonomi dan Sosial Budaya DPDM Kota Tidore Kepulauan, Boki Hajar, kepada nusantaratimur.com di Tidore, Rabu (27/11/2019).

Tak hanya itu, FP beberapa hari kemarin tidak masuk kantor dan tidak ada surat pemberitahuan resmi kepada instansi di mana pelaku bekerja sebagai abdi negara.

 Beberapa hari FP tidak berkantor, hanya istrinya menelpon meminta izin, terus hari senin itu yang bersangkutan telepon bilang izin, karena ayahnya sedang sakit, jadi belum masuk kantor,” ujar Boki.

Walau begitu, Dinas PDM berencana memanggil FP, lantaran sudah tidak masuk kantor. “ Rencana hari ini kami buat surat panggilan,  kalau soal penangkapan, kita belum dapat pemberitahuan resmi,” tandasnya.

Mengenai sanksi, Boki menyarakan awak media konfirmasi ke BKD. “ Langsung konfirmasi ke BKD ” karena FP diangkat menjadi ASN dilingkup Kota Tidore Kepulauan Tahun 2009. Ujarnya

Terpisah, Kepala BKPSDM Kota Tidore Kepulauan, Sura Husain ketika di konfirmasi, mengenai penangkapan staf Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa. “ Saya belum mendapatkan laporan resmi dari instansi terkait tentang keterlibatan salah satu ASN dilingkup Pemkot Tidore Kepulauan,” ucapnya.

Demikian, Sura Husain, mengatakan sanksinya tetap mengacu pada aturan yang berlaku, baik PP 53 maupun PP 11 tentang menejemen kepegawaian. “ Bila oleh hakim dia (FP) dinyatakan bersalah dan dikenakan hukuman 2 tahun lebih, maka FP akan diberhentikan secara tidak terhormat,” tegasnya.

Lanjut Sura, sanksi itu BKPSDM bisa berlakukan, setelah mendapatkan pemberitahuan resmi dari dari pengadilan. “ Itu kita bisa lakukan kalau sudah ada putusan inkrah,” tuturnya.

Di ketahui FP ditangkap di belakang eks Kantor Walikota Ternate, Kelurahan Kampung Pisang Kecamatan Ternate Tengah, Kemudian dilakukan penggeledahan badan dan pakaian, ditemukan barang bukti berupa 1 (satu) sachet kecil plastik bening berisi Narkotika jenis ganja kering dengan berat 1,09 Gram yang disimpan di saku depan celana. (Aidar)

Share:
Komentar

Berita Terkini