HIPMI Minta BI Identifikasi Produk Komoditi Unggulan di Maluku Utara

Editor: Admin author photo
Bachtiar Kader (Ketua Umum HIPMI Malut)

TERNATE - Menindaklanjuti hasil pertemuan dengan Kementerian Luar Negeri melalui Direktorat Jenderal Satu (Amerika dan Eropa) yang dilaksanakan di Makassar pada tanggal 8 November 2019 yang berkaitan dengan sosialisasi Program Prioritas Nasional Kemenlu (ProPN) yang di dalamnya termasuk prospek produk unggulan Maluku Utara terhadap pasar eropa.  

Selain itu, Kementrian Koordinator Kemaritiman dan Investasi juga dalam agenda yang sama mendorong soal pengembangan potensi wisata  dengan mengambil momentum 500th Circcum navigation (500 Tahun perjalanan keliling dunia – Ferdinand Magelhaens) serta kalender iven Sail Tidore 2021.

Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Maluku Utara menjadikan ini sebagai sebuah langkah bersama dalam mengajak seluruh stakeholder khususnya pemerintah kabupaten kota yang ada di Maluku utara. Langkah awal HIPMI itu dimulai dengan berkoordinasi sekaligus sharing informasi. 

Dalam koordinasi BPD HIPMI Maluku Utara kepada Bank Indonesia (BI) juga menyampaikan bahwa upaya memproteksi produk-produk serta komoditi unggulan di Maluku Utara serta pengembangannya yang saat ini masih di dominasi oleh UMKM agar terus di dorong lewat kebijakan pemerintah dengan harapan kualitas dan kuantitas dari produk UMKM yang bergerak pada pengolahan dan pemasaran dari produk unggulan serta derivasinya menjadi sesuatu yang terus menerus di bangun secara simultan.

Dalam koordinasi itu juga, HIPMI Maluku Utara mengajak Bank Indonesia agar identifikasi produk dan komoditi unggulan yang ada di seluruh kabupaten kota bisa di akses data-datanya sehingga bisa menjadi bahan informasi serta rujukan bagi pengusaha. Dari 10 kabupaten Kota yang ada di Maluku Utara baru dua kabupaten (Halmahera Tengah dan Halmahera Barat)serta Kota Ternate dan Tidore Kepulauan yang bisa terakses lewat informasi Bank Indonesia. 

Dalam rapat tersebut juga, informasi-informasi mengenai upaya proteksi terhadap produk dan komoditi unggulan di Maluku utara sementara berjalan sambil terus di evaluasi perkembangannya. Beberapa UMKM yang menjadi binaan Bank Indonesia saat ini terus menunjukan progress yang baik serta menunjukan optimisme.

Pala, Cengkeh serta Rumput Laut dan Ikan menjadi focus utama dari Bank Indonesia saat ini. Saat ini Bank Indonesia sedang dalam upaya untuk memenuhi standart mutu nasional dan standar pasar eropa berharap bahwa produk-produk unggulan hasil pengolahan dari UMKM yang ada di Maluku utara mampu memenuhi segmentasi pasar eropa.

Selain itu, Ketua Umum BPD HIPMI Maluku Utara, Bachtiar kader, menyampaikan bahwa dalam waktu dekat juga akan berkoordinasi deng pihak kampus guna membicarakan format penguatan produk local guna melakukan penetrasi terhadap pasar eropa. “ Kita akan berkoordinasi dengan pihak kampus lebih khusus dengan fakultas ekonomi bisnis unkhair, fakultas pertanian, perikanan serta fakultas ilmu budaya unkhair,” ungkapnya.

Hal ini dimaksudkan agar ada upaya terencana, terukur dan tertanggung jawab serta menjadi rekomendasi bagi pemerintah kota guna merumuskan regulasi dan kebijakan terhadap produk-produk unggulan daerah, pelaku umkm serta iklim usaha yang dinamis, katanya. (tim)
Share:
Komentar

Berita Terkini