Kasus Pencurian di PT Wanatiara, Fahri Nahar : Itu Ranahnya Pihak yang Berwajib

Editor: Admin author photo
Foto: Aksi EK-LMND Halsel

HALSEL - Aksi unjuk rasa Eksekutif Kota Liga Mahasiswa Nasional Untuk Demokrasi (EK-LMND), mendesak Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) mengintervensi kasus salah satu karyawan dengan  PT. Wanatiara Persada.

Koordinator aksi, Ilham Abd Fatah, menyatakan kasus buruh yang menimpah Burhan Malik dengan pihak perusahaan PT. Wanatiara Persada harus di intervensi Disnaker Halsel yang saat ini telah ditangani Polres Halmahera Selatan.

"Kami meminta Disnaker Halsel agar segera mengeluarkan rekomendasi ke seluruh perusahaan di Kabupaten Halmahera Selatan untuk secepatnya membentuk serikat buruh sesuai dengan Amanat UU Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenaga kerjaan," tegasnya Ilham.

Menanggapi tuntutan aksi EK-LMND tersebut, dalam hearing terbuka Kepala Disnaker Halsel, Fahri Nahar,  mengatakan terkait tuntutan dari masa aksi pihaknya tidak dapat mengintervensi, karena pelaku tertangkap tangan melakukan tindak pidana, dan itu ranahnya pihak yang berwajib.

“ Siapa pun dia tidak ada yang kebal hukum di hadapan hukum, kasus ini kalau sudah di tangani pihak berwajib berarti ini ranah pihak berwajib, berkaitan dengan tindak pidana,” Sambungnya.

"Beda dengan kasus perdata yang ada laporan, korban yang melapor ke pihak perusahan kemudian ke Disnaker baru kita memproses aduan itu, sekarang tidak ada laporan kita mau proses bagaimana," tandasnya.

Fahri juga memenuhi tuntutan masa aksi terkait pembentukan serikat buruh. “ Kita dari pihak Disnaker akan siap membentuk serikat buruh sesuai dengan Amanat UU Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan, bila itu menjadi kebutuhan pekerja/buruh kami siap cuma kita tidak boleh pelopori, karena antara perusahan dan buruh ini harus saling melengkapi,” tuturnya.

Terpisah, Reskrim Polres Halsel, Kanit I Sat Reskrim, Ipda Rio Wiratama, ketika hearing dengan massa aksi, mengatakan bahwa pada dasarnya hal tersebut dilaporkan oleh pihak perusahan itu sendiri yang sebagai korban dengan dugaan tindak pidana pencurian.

"Kami dari pihak kepolisian sudah menindak lanjuti laporan tersebut dengan cara turun ke TKP, mengecek lokasi serta mengecek tempat di temukannya barang bukti dan kemudian juga setelah kita periksa yang bersangkutan atau tersangka juga mengakui bahwa benar dia yang mengambil pakai alat untuk menaikkan barang bukti berupa jaring-jaring ke atas mobil Dum truck," terangnya.

Rio Wiratama menambahkan, perkembangan untuk kasus hari hari ini sudah tahap 1 (satu), semua berkas kita sudah serahkan di kejaksaan, intinya masalah ini kita lakukan sesuai prosedur perundang-undangan yang berlaku. “ Kita periksa saksi, barang bukti dan tersangka juga mengakui sehingga alat bukti sudah cukup untuk dilakukan tahap satu,” tutupnya. (ady)
Share:
Komentar

Berita Terkini