KKP Kelas III Ternate Gelar Pertemuan Koordinasi Program Kekarantinaan

Editor: Admin author photo
Foto: Kegiatan KKP Kelas III Ternate
TERNATE - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (RI) Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas III Ternate mengadakan Pertemuan Koordinasi Program Kekarantinaan Kesehatan Dengan Lintas Program/Lintas Sektor Tahun 2019. Bertempat dilantai III Muara Hotel Kota Ternate, Rabu (20/11/2019).

Acara pertemuan Koordinasi Program Kekarantinaan di buka oleh Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Ternate Dr. Auliyanto yang dihadiri Dinas Kesehatan Provinsi dan Kab/Kota, Biro Kesra Provinsi, Kanwil Kementerian Agama Maluku Utara, Kantor Imigrasi Kelas I Ternate, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya Pabean C Ternate, Travel, Maskapai Penerbangan dan Jasa Layanan Haji dan Umroh.

Ketua panitia pelaksana Lutfi Sidasi kepada wartawan mengatakan bahwa kegiatan KKP Kelas III Ternate tujuannya adalah mengeleminir  permasalahan-permasalahan yang terjadi dalam pelaksanaan program pengendalian kekarantinaan kesehatan supaya ke depan lebih baik.

“ Jadi kita punya target untuk tahun 2020, kegiatan-kekarantinaan di tahun 2019 ini, kita perbaiki menuju di tahun 2020 lebih baik lagi. Dengan adanya kegiatan ini maka kita libatkan lintas sektor, karena kantor kesehatan pelabuhan melaksanakan kegiatan tidak mungkin sendiri, tapi harus bantuan dari lintas sektor terkait untuk kekarantinaan,” ungkapnya.

Sambung Lutfi, terutama kegiatan-kegiatan cedatangkal penyakit potensi KLB dan Waba, (PHIC) Public health emergency concern, penyakit-penyakit baru atau lama yang mewabah di negara lain,  contohnya yang untuk sementara ini WHO masih memberikan notifikasi mengenai MERS di Arab Saudi.

Sehingga kita perlu waspada tentang jamaah haji dan jamaah Umroh. Untuk itu rapat koordinasi ini melibatkan lintas sektor terkait seperti dinas Kesehatan Provinsi dan Dinas Kesehatan Kota Ternate, Dinas Kesehatan Halsel dan Dinas Kesehatan Tidore.

“ Kita evaluasi dan memecahkan masalah-masalah agar di tahun 2020 mudah-mudahan jamaah haji  yang memiliki faktor resiko kesehatan kita bisa meminimalisir dengan pengawasan dari awal dan pemeriksaan sampai keberangkatan bisa terkontrol faktor penyakitnya bisa berangkat dan pulang semuanya bisa sehat,” paparnya.

Hasil dari kegiatan diharapkan semua lintas sektor terkait seperti dinas kesehatan, Travel, Kemenag, PT. Pelayaran, Maskapai Penerbangan memberikan dukungan dan masukan serta intens memberikan informasi dan komunikasi.

“ Pada prinsipnya kita mencegah penyakit yang masuk seperti penyakit yang menular terutama penyakit KLB dan Waba yang masuk di Maluku Utara dan kami KKP sudah melaksanakan kegiatan-kegiatan pengawasan,” katanya. (Ady)

Share:
Komentar

Berita Terkini