Proyek Masjid Pohea Bermasalah, Komisi III DPRD Kepsul Bakal Tempuh Jalur Hukum

Editor: Admin author photo
Foto: Masjid Desa Pohea, Kabupaten Kepsul

SANANA - Komisi III DPRD Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) menilai proyek pembangunan masjid Desa Pohea yang dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Pemukiman diduga bermasalah.

Di ketahui pekerjaan masjid Desa Pohea tahap IV, dianggarkan oleh melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kepsul Tahun Anggaran 2019 sebesar Rp. 294,093,402,00,- yang dikerjakan oleh CV. Dwiyan Pratama, dengan nomor kontrak 910.916/08/KONTRAK-PERKIM/DPUPRPKP KS/VIII/2019, waktu pelaksanaan 120 hari kelender, hingga kini pekerjaan baru 30% tetapi belum terselesaikan.

Ketua Komisi III DPRD Kepsul, Lasidi Leko, membeberkan pekerjaan proyek masjid Desa Pohea yang sampai saat ini tidak selesai.

“ Kami sudah memanggil Kabag Kesra untuk menanyakan anggaran tahap pertama sebagaimana disampaikan Kadis PUPR sebesar Rp.500 juta, namun Kabag Kesra beralasan bahwa dia lantik di Tahun 2017, sementara pekerjaan itu berjalan di 2016, sehingga Kabag Kesra sampaikan dia juga belum mengetahui data-data itu,” pungkas Lasidi kepada nusantaratimur.com, Rabu (27/11).

Hal senada diungkapkan anggota Komisi III DPRD Kepsul Iksan Umaternate bahwa akan memanggil pihak-pihak yang terlibat dalam pekerjaan proyek masjid Desa Pohea.

“ Kami dari Komisi III DPRD akan memanggil semua pihak yang berkaitan dengan proyek Masjid Desa Pohea, termasuk Kadis PU dan Kontraktornya, untuk duduk bersama menyelesaikan persoalan ini, supaya kita tahu titik permasalahannya,” tegasnya.

Menurutnya, pekerjaan masjid desa pohea yang sudah menghabiskan anggaran berkisar Rp. 4 Miliyar lebih, namun ternyata ada kejanggalan yang terselubung. Mengapa demikian, karena kemarin dari Komisi III bertemu dengan PPK dan Kadis PU ternyata ada kebocoran yang di sampaikan PPK, sehingga sikap tersebut membuat raut muka Kadis PU berbeda, dan Kadis PU menyebut bahwa proyek pembangunan masjid desa pohea memang gagal.

" Kalau proyek pembangunan masjid Desa Pohea dikatakan Kadis PU bahwa mengalami kegagalan, terus gagalnya itu dimana,” tandasnya.

Tambahnya, Kalau memang tidak ada penyelesaian, maka Komisi III DPRD Kepsul akan membawa persoalan ini ke ranah hukum, kata Iksan. (di)

Share:
Komentar

Berita Terkini