SMAN 29 Halsel Mogok Belajar, Dikbud Malut Diminta Bersikap

Editor: Admin author photo
Foto: Aksi penolakan Plt Kepala SMAN 29 Halsel

HALSEL- Penolakan Aswia A. Mutalib sebagai pelaksana tugas (Plt) Kepala SMA Negeri 29 Halsel berbuntut panjang. Pasalnya, aksi mogok belajar yang dilakukan sejumlah dewan guru, minta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara mengambil sikap terhadap penempatan Aswia A. Mutalib.

Selain mogok belajar, sejumlah siswa SMA Negeri 29 Halsel, juga  melakukan aksi protes dan melakukan palang pintu ruang kepala sekolah.

Guru Kesiswaan SMAN 29 Halsel, Fadli Abdullah, berharap aksi penolakan ini secepatnya Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara dan Cabang Dinas Halsel segera mengambil langkah menyelesaikan masalah penolakan tersebut.

"Harapan kami Dinas pendidikan dan Kebudayaan Provinsi segera mengambil keputusan menyangkut dengan ada 2 kepala sekolah ini di sekolah. Kami pihak sekolah dan anak-anak siswa tetap bersih keras melakukan penolakan,” tandas Fadli kepada awak media diruang kerjanya. Selasa (12/11/2019).

Hal senada diungkap Mustain  Asri bahwa kondisi seperti ini tetap membangun komitmen bersama-sama menolak kehadiran Aswia A. Mutalib. “ Kami semua menolak, karena pertimbangan pernah cacat memimpin sekolah SMA Negeri 32 Halsel, tentu kedatangan Aswia A. Mutalib bisa dibilang sangat membawa dampak buruk kepada siwa dengan catatan hitamnya itu,” terang Mustain.

Sementara perwakilan alumni SMA Negeri 29 Halsel, Iksan Muhammad, mengecam kepada dinas pendidikan dan kebudayaan Provinsi Maluku Utara. menurutnya, pergantian kepala sekolah dilatarbelakangi persoalan politik, sehingga mengantikan guru yang bermasalah menjadi kepala sekolah, janganlah mengorbankan sekolah sebagai instrumen pemanfaatan dan meraup keuntungan disitu.

"Dikbud harus objektif kalau bertujuan meningkatkan kualitas mutu pendidikan. Tapi bukan berarti dengan seenaknya menempatkan guru yang sudah pernah melakukan noda di sekolah lain dan begitu mudah saja mengantikan guru senior yang sudah bertahun-tahun mengabdikan dirinya di sekolah ini, tentunya kami selaku alumni juga tidak akan tinggal diam melihat persoalan yang bibuat Dikbud Provinsi. Apabila Kadis Dikbud tidak secepatnya mengantikan Aswia Mutalib sesuai tuntutan, makan kami selaku alumni akan bangun konsolidasi dan memboikot sekolah ini sampai tuntutan kami terpenuhi, kecam Iksan dengan nada kesal. (Adi)
Share:
Komentar

Berita Terkini