Tolak Plt Kepsek, Aktivitas Belajar Mengajar di SMA 29 Halsel Lumpuh Total

Editor: Admin author photo
Foto : Siswa SMA Negeri 29 Halsel

HALSEL - Aktifitas belajar mengajar di SMA Negeri 29 Halsel, Kecamatan Kayoa Utara, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) lumpuh total. Hal itu bermula aksi pemalangan sekolah yang dilakukan sejumlah dewan guru dan siswa.

Motif pemalangan sekolah itu, setelah Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara Jafar Hamisi mengeluarkan surat tugas Plt Kepala Sekolah SMA 29 Halsel, Aswia Abdul Wahab menggantikan Nasrun Rahman.

Hal itu ditanggapi Pemuda Desa Laromabati, Jusan Taib, kepada nusantaratimur.com melalui rilisnya, mengaku sangat prihatin dengan kondisi SMA 29 Halsel. Pasca terjadi pemalangan pada tanggal 11 November oleh sejumlah guru serta siswa hingga tidak ada aktifitas belajar mengajar alias lumpuh total.

“ Melihat kondisi ini sangat disayangkan, olehnya itu kami meminta gubernur segera mengambil langkah membijaki persoalan ini jangan dibiarkan masalah tersebut berlarut-larut yang nantinya berimbas pada proses belajar mengajar bagi peserta didik,” tegas Jusan Taib.

Lanjut Jusan, surat tugas Plt Kadikbud Malut mengangkat Aswia Abdul Wahab sangat bertentang dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 6 Tahun 2018 tentang penugasan guru sebagai Kepala sekolah.

“Yang berhak untuk pengangkatan, pemberhentian dan memindahkan penugasan guru sebagai kepala sekolah merupakan wewenang gubernur, bukan Plt Kadikbud,” cecar mantan Panwaslu Kayoa Utara ini.

Ia berharap kondisi yang terjadi di SMA 29 Halsel segera di sikapi Pemerintah Provinsi, karena aksi penolakan Plt Kepsek Aswia Abdul Wahab membuat proses belajar mengajar terhenti.

“ Kami berharap Pemprov jangan hanya menganulir SK Plt SMA 23 Halsel saja, tetapi SK Plt Kepsek SMA 29 Halsel juga harus dianulir, sehingga proses belajar mengajar kembali normal seperti biasanya,” pungkasnya. (Adi)

Share:
Komentar

Berita Terkini