BKPRMI Lapor Penghina Nabi Muhammad SAW ke Polda Malut

Editor: Admin author photo
Foto: Ketua BKPRMI Malut Hasby Yusuf bersama tim penyidik Ditreskrimsus Polda Malut
 TERNATE –  Akun Facebook atas nama Mikhael Ratulangie yang diduga telah menghina Nabi Muhammad SAW resmi dilaporkan ke penegak hukum oleh Badan Komunikasi Pemuda dan Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Provinsi Maluku Utara

Hal itu disampaikan Ketua BKPRMI Malut Hasby Yusuf mengatakan hari ini saya atas nama umat Islam telah melaporkan kasus penghinaan Nabi Muhammad SAW ke Ditreskrimsus Polda Maluku Utara akun Facebook atas nama Mikhael Ratulangie atau nama lengkapnya Mikhael Samuel telah menghina Rasulullah secara nyata.

Pelaku diketahui tinggal di desa Geltoli Kecamatan Maba, Kabupaten Halmahera Timur. Profesinya karyawan swasta di perusahaan tambang Halmahera Timur. “  Saya tentu berharap setelah melaporkan kasus ini pelaku segera ditangkap dan diproses secara hukum,” tegas Hasby Yusuf kepada nusantaratimur.com, Senin (2/12/2019).

Menurut Hasby kasus penghinaan atas kemuliaan Rasulullah bukan perkara kecil. Dalam hukum Islam penghinaan atas Nabi itu hukumannya mati, karen ini menyangkut dengan puncak Aqidah. Kita menjadi orang Islam karena dua perkara percaya pada Allah dan percaya pada Nabi Muhammad sebagai utusan Allah. Karena itu melecehkan dan menghina Rasulullah sama saja dengan menghina jantung Islam.

“ Saya berharap umat Islam terutama ormas dan OKP Islam serta aktivis Islam Maluku Utara harus lebih peduli pada kepentingan Islam. Hari ini di media sosial banyak muncul kasus penghinaan atas agama Islam, menistakan Al-Qur'an, melecehkan syariat Islam dan bahkan menyerang kehormatan Nabi Muhammad SAW. Jika Umat Islam tidak peduli kepentingan Islam maka mereka akan semakin berani melakukan penghinaan demi penghinaan pada Islam,” tandasnya.

Tak hanya itu,  Hasby juga menyayangkan banyak Umat Islam terlalu banyak habiskan waktu berdebat pada kepentingan politik dan ekonomi sehingga abai pada kepentingan Islam. Ke depan umat Islam harus bersatu dan bergandengan tangan untuk menjaga Aqidah Islam dari para pembenci Islam baik dari orang kafir maupun orang munafik dari kalangan Islam sendiri.

“ saya ingin kasus ini menjadi pelajaran penting bagi masyarakat agar menggunakan media sosial dengan baik tanpa narasi kebencian pada agama tertentu apalagi sampai saling menghina. Saya akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas di pengadilan,” pungkasnya (ric)
Share:
Komentar

Berita Terkini