BPD Sebut Mantan Kades Ona Gunakan APBDes untuk Belanja Kopra

Editor: Admin author photo
Foto: Pertemuan Pemuda Desa Ona
SANANA- Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Ona, Gadri Liamanu, menyebut mantan Kepala Desa inisial SU telah meminjam Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Tahun 2018 sebesar Rp.200 juta untuk belanja kopra.

“ Pinjam itu diperuntukkan untuk membeli kopra, namun sampai saat ini belum dikembalikan oleh mantan Kades Ona, senilai Rp. 200 juta yang dipinjam dari APBDes Tahun 2018,” kata Ketua BPD Desa Ona Gadri Liamanu, saat melakukan pertemuan bersama pemuda di kediamannya di Desa Ona, Kecamatan Sulabesi Barat, Kabupaten Kepulauan Sula pada tanggal 16 Desember 2019 pekan lalu.

Selain pinjaman, Gadri juga membeberkan, dugaan mark up  anggaran yang dilakukan oleh mantan Kades dan Bendaharanya. Yang mengakibatkan sejumlah proyek pembangunan di Desa Ona yang bersumber dari APBDes tidak selesai dikerjakan.

“ Seperti pembangunan dua bangunan MCK, Pembangunan Sekolah PAUD dengan pagu anggaran sebesar Rp. 247 juta menggunakan anggaran APBDes 2018 di masa kepemimpinan mantan Kades SU hingga saat ini ketiga pembangunan tersebut belum tuntaskan dikerjakan,” pungkas Gadri.

Ia menjelaskan aksi palang kantor desa merupakan bentuk protes atas pengelolaan APBDes Tahun Anggaran 2018 yang dinilai tidak transparansi serta terjadi mark up yang luar biasa.

Selain ketiga bangunan yang kerjakan tahun 2018 belum selesai dikerjakan, mantan Kades Ona berinisial SU juga meminjam uang APBDes tahun 2018 sebesar Rp. 200 juta untuk belanja kopra dan hingga sampai saat ini belum dikembalikan uang itu, kesal Gadri.

Gadri menuturkan, terkait dengan persoalan ini, Bendahara Desa Ona sudah menghubunginya, tetapi alasan bendahara ia masih sibuk. Menurutnya tujuan dari pada menghubungi bendahara supaya ada kejelasan data APBDes 2018 dan adanya keterbukaan setiap kerja-kerja Pemerintah Desa kepada masyarakat, ujarnya.

Sementara salah seorang pemuda Desa Ona, Ismail Umamit meminta uang yang dipinjam mantan Kades SU senilai 200 juta agar secepatnya dikembalikan ke Kas Desa.

“ Kami minta mantan Kades segera mengembalikan uang pinjaman, sehingga bisa dimasukkan ke Kas Desa untuk digunakan pada tahun berikut", ucap Ismail.

Ia menegaskan, apabila dalam waktu dekat ini tidak dikembalikan, maka kami akan melaporkan hal ini ke penegak hukum untuk diproses, tegas Ismail. (di)

Share:
Komentar

Berita Terkini