Di Kepsul Kasus Pencabulan dan Kekerasan Seksual Terhadap Anak Meningkat

Editor: Admin author photo
Foto: Ismiyati Gay (Kadis P3A Kepsul)
SANANA-Kasus pencabulan dan kekerasan seksual terhadap anak yang ditangani Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Kabupaten Kepulauan Sula sepanjang tahun 2019 mengalami peningkatan. 

Berdasarkan catatan Dinas P3A Kepsul jumlah kasus pencabulan dan kekerasan seksual terhadap anak dibawa umur di Kepulauan Sula sebanyak 12 kasus. 

Hal itu dikemukan Kepala Dinas P3A Kepsul Ismiyati Gay mengatakan tingginya kasus pencabulan dan kekerasan seksual terhadap anak di Kepsul sebanyak 12 kasus. Pemicunya adalah faktor lingkungan dan pendidikan yang rendah bagi para pelaku.

"Rata-rata setiap kejadian pencabulan dan kekerasan terhadap anak di Kepulauan Sula ini, paling sering dialami oleh anak perempuan dibawa umur. Bahkan pelakunya merupakan orang terdekat dari keluarga korban dan pelakunya lebih banyak orang tua,” Kata Ismiyati saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (06/12/2019).

Lanjut Ismiyati, kasus pemerkosaan terhadap anak  dibawa umur justru dilakukan oleh orang-orang terdekat dari korban seperti tetangga bahkan anggota keluarga. Hal itu disebabkan faktor lingkungan karena salah pergaulan hingga pemahaman terhadap norma-norma agama yang masih minim menjadi penyebab kekerasan seksual pada anak.

“ Faktor lingkungan, kalau anak-anak terpengaruh handphone hingga lihat film-film porno. Apalagi jaman sekarang dunia IT yang begitu memiliki keterbukaan,” ujarnya.

Selain tanggung jawab Dinas P3A Kepsul mensosialisasikan kekerasan seksual terhadap anak, peran  orang tua sangat penting bagi anak untuk mengontrol anak-anaknya sehingga bisa terhindar dari hal-hal yang kita tidak inginkan secara bersama, tandas Kadis P3A Kepsul.

Menurut Ismiyati, Dinas P3A telah berupaya menekan angka kekerasan yang menimpa perempuan dan anak serta memberikan pendampingan dan perlindungan kepada korban sampai putusan pengadilan. Selain itu Dinas P3A juga memberikan sosialisasi kepada masyarakat.

“ Sosialisasi kepada masyarakat berkaitan  dampak yang diterima, jika melakukan tindakan-tindakan kekerasan yang ada. Tak hanya itu kegiatan-kegiatan sosialisasi yang dilakukan selalu bertatap muka dengan masyarakat untuk memberikan pembinaan kepada masyarakat,” pungkasnya. (di)
Share:
Komentar

Berita Terkini