Dinas KP3A Malut Gelar Pelatihan Kapasitas Perempuan di Bidang Politik

Editor: Admin author photo
Foto: Kegiatan Dinas KP3A Maluku Utara
TERNATE - Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KP3A) Provinsi Maluku Utara melaksanakan kegiatan “ Pelatihan Kapasitas Perempuan di Bidang Politik” yang bertujuan meningkatkan keterwakilan politik perempuan di lembaga legislatif khususnya pada pemilu 2019 yang dilaksanakan di Hotel Batik Ternate, Selasa (17/12/2019).
Kepala Dinas KP3A Malut, Musyrifah Alhadar, mengatakan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KP3A) menghasilkan sebuah grand design peningkatan keterwakilan perempuan di DPR, DPD, DPRD pada pemilu 2019 yang di formalkan dalam bentuk Peraturan Menteri PP dan PA Nomor 10 tahun 2015. 

“ Peraturan menteri tersebut menjadi pijakan bagi KP3A dalam merancang program kerja, termasuk bagi para pemangku kepentingan yang terkait dengan upaya peningkatan keterwakilan politik perempuan,” jelas Musyrifah.

Musyrifah menjelaskan perlu diketahui untuk keterwakilan perempuan pada pemilu 2019 di Provinsi Maluku Utara sebanyak 42 orang dari 265 atau sekitar 15, 84%. Maka pemilu berikutnya, diperlukan proses sosialisasi politik secara intensif, berskala Nasional, memperhatikan keberagaman kelompok perempuan didaerah, dan dilakukan secara kontinu. 

“ Dalam hal ini, Kementerian PP-PA sebagai focal point negara dalam menggerakkan segenap komponen untuk peningkatan keterwakilan politik perempuan,” ujarnya.

Sementara Nurlaila Syarif selaku narasumber menjelaskan kegiatan ini merupakan sebuah penguatan materi yang lebih substansial dan memiliki fungsi, tatapi kalau pun kita tidak mampu mengimplementasikan secara aktual maka akan berpengaruh.

" Makanya saya sangat apresiasi terhadap Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Maluku Utara yang mau menjadikan pelatihan yang berbasis komunikasi dan publik speaking bagi para politisi dan anggota parlemen agar mampu berdialog agar dapat menggugah bahwa ternyata kualitas perempuan ini luar biasa.

“ Harapan kami dalam fungsi DPRD perempuan  tidak lagi takut berbicara di parlemen seperti di dalam rapat paripurna, bisa melontarkan instrumen kritik lewat berbicara dalam parlemen,” tutur Anggota DPRD Kota Ternate.

Lanjutnya, dengan menimbulkan rasa percaya diri bahwa berbicara itu adalah sesuatu yang amanah sehingga mereka bisa tahu cara-caranya agar supaya 2020 nanti perempuan parlemen lebih maksimal dalam mengaktualisasikan dirinya.

“ Bagi saya kegiatan ini lebih berkarier khususnya untuk peningkatan skiil publik speaking dan komunikasi perempuan, karena memang kadang perempuan politik masih ada yang lemah dari aspek komunikasi di depan publik.  makanya semua itu harus lebih baik lagi ke depan” tutupnya. (riel) 

Share:
Komentar

Berita Terkini