Dinkes Malut Gelar Kegiatan Koordinasi Pembentukan Klaster Kesehatan

Editor: Admin author photo
Foto : Kadinkes Malut Idhar Sidi Umar (tengah) bersama narasumber pada kegiatan pembentukan klaster kesehatan 
TERNATE - Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara menggelar kegiatan pertemuan Koordinasi Pembentukan Klaster Kesehatan Tahun 2019, bertempat di Hotel Grand Majang Ternate, Jumat (6/12/2019).

Kegiatan ini dilaksanakan selama 4 (empat) hari mulai dari tanggal 3-6 Desember 2019 hari ini yang di buka langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Malut Idhar Sidi Umar dan ditutup Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Provinsi Malut Alwia Assagaf. 

Sementara kegiatan pembentukan klaster kesehatan di ikuti oleh peserta dari Dinas Kesehatan Kab/Kota Se-Provinsi Maluku Utara, Polda Malut, Korem 152/Babullah, Dinas PUPR, Basarnas, Dinas Sosial, BKKBN, dan RSU Se-Provinsi Maluku Utara.

Sedangkan, narasumber pada kegiatan pertemuan Koordinasi pembentukan klaster kesehatan yakni, dari Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes RI, BPBD Malut, dan tiga Fasilitator dalam kegiatan pelatihan yaitu, Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, Pejabat Struktural Dinkes Provinsi Malut dan Alumni Training On Trainers (TOT)  Manajemen Krisis Kesehatan. 

Kadis Kesehatan Provinsi Malut Idhar Sidi Umar mengatakan bahwa Provinsi Maluku Utara merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang memiliki potensi ancaman bencana dengan kategori tinggi. Berdasarkan Indeks Risiko Bencana Indonesia Badan Nasional Penanggulangan Bencana (IRBI BNPB, 2013) Provinsi Maluku Utara memiliki beberapa jenis ancaman yang berpotensi bencana yakni, banjir, gempa bumi, kebakaran pemukiman, cuaca ekstrim, longsor, letusan gunung api, dan abrasi.

“ Permasalahan yang sering terjadi dalam penanggulangan krisis kesehatan akibat bencana di lapangan adalah masalah kurangnya koordinasi, keterlambatan respon tanggap darurat, serta ketidaksiapan kapasitas lokal dalam pemenuhan kebutuhan layanan kesehatan,” ujarnya.

Kabid Pelayanan Kesehatan Dinkes Malut, Alwia Assagaf, saat di wawancarai media ini usai kegiatan penutupan. Ia mengatakan bahwa luar biasa kegiatan hari ini, karena ini pelatihan manajemen krisis kesehatan artinya krisis kesehatan yang bisa di hadapi pada saat ada kejadian bencana.

Kata Alwia, biasanya  kejadian bencana seperti gempa atau longsor, tsunami dan sebagainya akan terjadi krisis kesehatan pasca gempa itu terjadi krisis.

“  Tugas kami pada saat bencana bersama Basarnas, Aparat Kepolisian dan Tim SAR serta instansi terkait. Nah, pasca kejadian bencana, jika terjadi krisis kesehatan. Maka menjadi tugas kami seperti ketika kejadian di Halsel kemudian titik pengungsian begitu banyak, maka akan terjadi krisis kesehatan, di situlah kami ini melatih teman-teman ini, untuk melakukan persiapan sampai pada pembentukan tim untuk krisis kesehatan masing-masing Kab/Kota,” tutupnya. (Ady)

Share:
Komentar

Berita Terkini