Dishub Tidore Gelar Pertemuan Dengan Motoris Motor Kayu

Editor: Admin author photo
Foto : Wawali Tidore Muhammad Sinen dampingi Kadishub Daud Muhammad menggelar pertemuan dengan motoris motor kayu
TIDORE- Dinas Perhubungan Kota Tidore Kepulauan (Tikep) bersama Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) kelas III Soasio Kota Tikep menggelar pertemuan dengan sejumlah motoris (juru mudi) yang dipimpin langsung oleh Walikota Tidore H. Ali Ibrahim yang dilaksanakan di ruang kerja Sekretaris Daerah, Jumat (13/12).

Pertemuan itu, guna mencari solusi terkait dengan Surat Ederan tentang Perubahan Geladak atas (top deck) motor  kayu yang melayani rute Tidore-Ternate, Maitara-Tidore dan Maitara-Ternate.

Walikota Tidore dalam arahannya menyampaikan perubahan geladak kapal (top deck) motor kayu ini juga harus dilakukan  perubahan dermaga pelabuhan rum yang layak untuk kapal-kapal yang nantinya beropersi di dermaga tersebut.  “ Tidak mudah untuk merubah suatu struktur atau badan kapal, maka surat edaran yang dimaksud agar dipending dulu sampai adanya kajian dari akademisi, sehingga semua kepentingan ini terakomodir,” ujarnya.

Kadis Perhubungan Kota Tikep, Daud Muhammad, pada kesempatan itu mengajak kepada semua para motoris agar sama-sama menjaga keselamatan untuk berlayar,  mengingat, tanggung jawab keselamatan bukan hanya dari Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Pusat, akan tetapi kepada kita semua untuk menjaga keselamatan tersebut.

Misalnya, Kata Daud, dalam kondisi cuaca ekstrim dan angin kencang tidak ada yang berlayar, meskipun petugas perhubungan atau KUPP Soasio mengeluarkan izin berlayar. Tetapi para motoris merasa cuaca ini tidak bisa untuk berlayar, maka motoris mempunyai kewajiban mengingatkan jangan dulu melakukan aktifitas berlayar,” tuturnya.

Dalam pertemuan itu, Wawali Tikep, Muhammad Sinen dalam arahannya menegaskan jangan sekali-kali melupakan sejarah masa lalu. Perlu di ingat bahwa motor kayu ini mempunyai konstribusi pernah menghantarkan Tidore sampai pada hari ini,  tidak ada transportasi lain pada saat itu, hanya adanya transportasi motor kayu yang setiap melayani jasa angkutan laut. Olehnya itu, apa pun perintah undang-undang. Tetapi karena jasa motor kayu ini menghantarkan ekonomi pada saat itu, maka harus dihargai jasa motor kayu, dan pada hari ini menjadi bukti sejarah bahwa tidore merupakan daerah kepulauan.

Wawali mengingatkan, para motoris kapal kayu agar sama-sama menjaga keselamatan masyarakat serta patuhi aturan yang ada, Jika melanggar aturan yang ada dan memaksa untuk berlayar di saat cuaca ekstrim, jika terjadi sesuatu maka motor bersangkutan akan diikat dan tidak diberi izin untuk berlayar lagi, tegasnya. (Aidar)

Share:
Komentar

Berita Terkini