DPRD Pending Pembangunan Masjid Raya Tidore

Editor: Admin author photo
Foto: Ahmad Ishak (Ketua DPRD Kota Tidore Kepulauan)
TIDORE -  Penolakan fraksi PKB terhadap rencana pembangunan masjid raya di Kota Tidore Kepulauan yang disampaikan melalui pandangan fraksi dibenarkan  Ketua DPRD Kota Tidore Kepulauan Ahmad Ishak.

Menurut Ahmad Ishak kepada nusantaratimur.com menjelaskan bahwa dalam dokumen KUA-PPAS yang di ajukan Pemerintah Daerah  telah dianggarkan sebesar Rp 5 Miliar  yang di peruntukan untuk pembangunan mesjid raya. 

Akan tetapi, dalam pembahasan KUA-PPAS mayoritas anggota Badan Anggaran (Banggar) menyarankan kepada pemerintah daerah agar tidak tergesa-gesa dalam merencanakan pembangunan mesjid raya.  Tak hanya itu, Banggar juga menyoroti tentang konsep pembangunan dan tempat yang di rencanakan untuk membangun mesjid raya, ujarnya.

Ketua DPRD, Ahmad Ishak, juga mengakui dalam forum paripurna telah benarkan fraksi PKB melalui juru bicaranya menolak pembangunan Mesjid Raya dengan alasan bahwa Tidore di kenal sebagai kota 1000 masjid. “ Apa pun pendapat fraksi patut kita hargai” namun pendapat fraksi-fraksi termasuk PKB sudah di jawab oleh Walikota dalam forum paripurna dengan agenda jawaban Walikota atas pandangan umum fraksi-fraksi, tandasnya.

Ahmad Ishak menambahkan pembahasan Nota Keuangan dan RAPBD Tahun 2020 yang dibahas oleh Badan Anggaran DPRD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD)  di sepakati khusus untuk pembangunan mesjid raya belum di anggarkan di APBD 2020. Pasalnya, Pemerintah Daerah harus mengkaji kembali konsep pembangunan termasuk lokasi pembangunan masjid raya.

"Prinsipnya secara kelembagaan DPRD Menyetujui Rencana pembangunan Mesjid Raya Kota Tidore Kepulauan oleh pemerintah Daerah dengan catatan tempatnya harus strategis dan konsepnya harus matang,” katanya. (Aidar)
Share:
Komentar

Berita Terkini