Ini Kata Zainul Rahman Soal Pembangunan Lapangan Bola Taduma

Editor: Admin author photo
Foto: Zainul Rahman (Anggota Komisi I DPRD Kota Ternate)
TERNATE - Anggota Komisi I DPRD Kota Ternate Zainul Rahman menanggapi persoalan lapangan sepakbola saat ini pembangunannya belum terselesaikan yang  berada di Kelurahan Taduma, Kecamatan Pulau Ternate, Kota Ternate, Senin (30/12/2019). 

Menurut Zainul persoalan lapangan sepakbola saat ini dikerjakan tahun ini murni swadaya dari masyarakat. 

" Informasi ada bantuan dari pihak kelurahan, tapi nilainya saya tidak tahu, namun di ketahui itu murni swadaya” tutur Zainul Rahman saat di temui di ruang kerja, Senin (30/12/2019). 

Karenanya, kata Zainul, di tahun 2017 ada bantuan dari Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Ternate, akan tetapi tidak sesuai dengan kondisi lapangan gawang sedang dan sempat tidak fungsikan karena memang tidak memadai dan tidak sesuai dengan kebutuhan. 

Lanjutnya beberapa waktu lalu ada proyek pelebaran jalan kemudian kita minta bantuan kepada bapak Adam Marsaoly untuk timbunannya dialihkan ke lapangan alhamdulillah timbunan sudah full sekarang tinggal dilakukan pemerataan di  lapangan," ungkapnya.

Zainul menambahkan pekerjaan swadaya di akhir tahun 2019 ini belum selesai 100 persen. Diharapkan ke depan ada perhatian dari pemerintah baik itu di kelurahan untuk menyisihkan sebagian dana kelurahan atau DPPK. 

"Nanti kita lihat ketentuannya kalau memang bisa disalurkan untuk kebutuhan pemuda kita berharap ada kontribusinya. Dispora juga demikian diberharapkan memberikan perhatian karena kan ada minat pemain-pemain bola terutama kalangan usia dini," ujarnya.

Selain itu, fasilitasnya kurang memadai sehingga kelurahan-kelurahan khususnya di Kota Ternate tidak punya lapangan seperti Kelurahan Sango, sehingga dengan adanya swadaya dari masyarakat ini kita berharap pemerintah juga ikut mendorong untuk bagaimana ke depan kita lebih menyiapkan fasilitas-fasilitas untuk kebutuhan masyarakat, misalnya kebutuhan olahraga dan lain lain. 

“ Pembahasan APBD sudah dibahas anggota DPRD sebelumnya, maka kita tidak bisa lagi kotak katik program dan kegiatan, walaupun kita masuk badan anggaran, tapi karena saya lihat tidak ada nomenklatur untuk kegiatan-kegiatan itu," ujarnya.

Walau begitu, Zainul tetap menggerakkan masyarakat bekerja sama secara swdaya untuk menyelesaikan walaupun tidak 100 persen, tapi minimal bisa dimanfaatkan untuk event-event di tingkat kelurahan dan kecamatan. 

"Saya berharap keinginan masyarakat untuk membangun fasilitas-fasilitas seperti itu harus ada perhatian pemerintah, sehingga dengan adanya swadaya sudah di lakukan oleh masyarakat, pemerintah harus lebih aktif ikut membantu untuk melakukan penyelesaian pekerjaan itu,” tandasnya. (Ady)

Share:
Komentar

Berita Terkini