Kantor Bahasa Malut Bedah Buku Karangan Gufran Ali Ibrahim

Editor: Admin author photo
Foto: Kegiatan bedah buku yang dilaksanakan Kantor Bahasa Malut bekerjasana dengan Fakultas Ilmu Budaya Unkhair Ternate
TERNATE - Kantor Bahasa Maluku Utara bersama Fakultas Ilmu Budaya Universitas Khairun (Unkhair) Ternate telah meluncurkan dan membedah buku “ Karang Menghimpun Bayi Kerapu “ karangan dari Dr. Gufran Ali Ibrahim yang dilaksanakan Hotel Vellya. Kamis (12/12/2019).

Sebagai Pembedah, Hasan Aspahani yang di pandu oleh Wildan Andi Mattara. Ikut hadir kegiatan, Rektor Unkhair Ternate, Prof. Husen Alting, Dekan Fakultas Ilmu Budaya, Fahmi Alhaddad, Kepala Kantor Bahasa Maluku Utara, Sarifuddin, pengarang buku, Dr. Gufran Ali Ibrahim, serta di ikuti peserta berkisar 100 orang yang terhimpun dari akademisi, pemerhati bahasa dan Sastra dan Sastrawan Nasional. 

Dekan Fakultas Ilmu Budaya, Fahmi Alhaddad, saat di temui media ini usai kegiatan mengatakan bahwa tujuan dari pada kegiatan ini adalah peluncuran buku 'Karang Menghimpun Bayi Kerapu', dalam hal ini Dr. Gufran Ali Ibrahim, lebih umum lagi untuk menggairahkan sastra di kota Ternate maupun Maluku Utara. 

Sambungnya, Buku ini saya sebagai pimpinan fakultas ilmu budaya sangat berharap bisa mengangkat semangat dari orang muda yang punya bakat, punya kecenderungan bersastra untuk tampil ke depan.

"Harapannya supaya ke depan maluku utara ini ramai, giat dengan kegiatan-kegiatan sastra, karena sastra ini kan penting, kita kehilangan sastra di tengah kehidupan yang sangat pragmatis, sangat positivistik, manusia terpinggirkan, nah sastra memberi ruang untuk tampil dari sisi kemanusiaan, dari manusia," harapnya. 

Terpisah, Kepala kantor Bahasa Maluku Utara  Sarifuddin ini sebenarnya sebagai salah satu aplikasi program-program yang ada di kantor bahasa maluku utara,  salah satunya itu adalah sebagai payung besar dengan pengembangan. 

"Bagaimana upaya kami itu untuk meningkatkan kualitas dan memodernkan bahasa dan sastra serta pengajarannya, di samping itu sebagai tindak lanjut untuk melaksanakan perlindungan bahasa," sambungnya.

"Semua program-program itu kami selalu melibatkan masyarakat melalui diskusi,  melalui seminar, lokakarya, kongres dan salah satunya kegiatan ini, karena ini antologi puisi adalah sebuah karya sastra yang kebetulan adalah penyairnya atau sastrawannya itu adalah dari maluku utara, kami bergerak atau menginisiasi untuk melaksanakan kegiatan ini," jelasnya.

Lanjutnya, munculnya antologi puisi yang kita bedah dan kita luncurkan “ Karang Menghimpun Bayi Kerapu” itu tujuannya dan untuk mengaplikasikan program-program salah satunya adalah pengembangan, perlindungan dan pembinaan bahasa dan sastra. 

Hal ini sekaligus memperkenalkan kepada generasi muda bahwa kita punya bahasa, baik bahasa Indonesia, maupun daerah, dan ini kita punya sastra, baik sastra nasional, sastra lokal, ini harus kita apresiasi, karena ini untuk menumbuhkan rasa cinta, sikap positif kepada bahasa.

"Harapan ke depan adanya buku-buku ini kan sebagai dasar untuk mengandung syarat akan mana di dalam kehidupan keseharian yang ada di sini , yang disampaikan di situ tentang laut, tentang gunung, tentang pohon tentang kehidupan kita ini," tutupnya (Ady)

Share:
Komentar

Berita Terkini