Kanwil Kemenag Malut Gelar Dialog Intern Umat Beragama

Editor: Admin author photo
Foto: Kepala Kanwil Kemenag Malut H. Sarbin Sehe saat membawa materi pada acara dialog Intern Umat Beragama
TERNATE -  Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Maluku Utara menggelar Dialog Intern Ummat Beragama dan membahas pengadaan STQ-MTQ dalam Program Ummat Beragama Islam dengan tema "Merajut Islam Washatiyah Untuk Mewujudkan NKRI Yang Damai Dan Berkeadaban"  bertempat di Dragon Hotel, Sabtu (28/12/2019).  

Kepala Kanwil Kemenag Malut, H. Sabrin Sehe menyampaikan bahwa kegiatan hari melalui program Bimbingan Masyarakat islam melakukan dua kegiatan sekaligus, pembukaan di jadikan satu, dan kegiatannya dipisah masing-masing tempat di dragon. 

"Pertama, kegiatan soal evaluasi terhadap pelaksanaan STQ-MTQ yang pesertanya dihadirkan kabupaten/kota, dalam rangka penguatan terhadap lembaga Al-FTQ maupun pelaksanaan secara teknis MTQ-STQ yang telah jauh berubah terhadap regulasi-regulasi yang telah ditetapkan baik melalui tema dan seterusnya," ungkap Sarbin Sehe kepada awak di Ternate.

Sarbin mengatakan penyelenggaraan STQ betul-betul berdasarkan sesuai dengan regulasi yang ada, sedangkan  kegiatan dialog Kerukunan intern umat islam. “ Kita panggil tokoh-tokoh islam yang mewakili masing-masing lembaga keagamaan untuk shering pemikiran dalam rangka penguatan kerukunan ummat di Maluku Utara,” ucapnya.

Karena kita sadar, kata Sarbin, deksi kerukunan kita tidak terlalu baguslah, kira-kira nilai yang diangkat cukup hasil rilis di beberapa minggu yang lalu “ itu 72 di deksi kerukunan umat beragama deksinya tidak ada survey, sambungnya.

"Karena itu kita penguatan terhadap deksi kerukunan antara umat beragama kita kumpul tokoh-tokoh islam,  tokoh-tokoh muslim, untuk hari in diskusi untuk berikan pikiran-pikiran terhadap strategi langkah-langkah untuk penguatan terhadap kerukunan terutama dalam suasana natal maupun tahun baru ini," terangnya. 

Harapannya dengan dua kegiatan ini dapat melahirkan pikiran-pikiran cerdas, keyakinan yang bagus, dalam rangka pelaksanaan STQ nanti kita perbaiki di masa akan datang, termasuk soal kerukunan antar umat beragama khususnya di umat islam.  

“  Kegiatan evaluasi penyelenggaraan STQ-MTQ adalah agar perbaikan terus kita lakukan terhadap pelaksanaan STQ-MTQ termasuk menyambut keinginan Gubernur Maluku Utara atau Pemda provinsi maluku utara, yang ingin menetapkan STQ tingkat nasional menjadi tuan rumah di Sofifi, dan terkait dengan harapan soal intern umat beragama, agar ukhuwah islamiah terus kita perkuat, kemudian ukhuwah wataniyah nya dan ukhuwah basyariah kita perkuat, di intern umat islam agar terus lahir kedamaian dan harmonisasi," harapnya.

Ketua Panitia, Lukman Udin Abd Rahman, menambahkan untuk hari ini ada dua kegiatan pertama, rapat evaluasi penyelenggaraan sekalian fondasi tindak lanjut hasil rakornas proteksi nasional 2019 kemarin di Jakarta. 

"Ada tiga hal yang mendasar yang kemudian menjadi dasar pelaksanaan kegiatan ini, yang pertama sosialisasi terkait dengan PMA Nomor 15 Tahun 2019 tentang penyelenggaraan STQ-MTQ, kedua STQ-MTQ ke depan diamanatkan untuk dewan hakim itu sudah harus bersertifikat," jelasnya.

Lanjut Dia, ketiga terkait dengan pengembangan IT pada penyelenggaraan STQ-MTQ dari proses pendaftaran hingga penilaian diharuskan menggunakan sistem IT aplikasi.

"Untuk peserta yang mengikuti kegiatan ini itu untuk penyelenggaraan itu sebanyak 30 peserta, itu dari bagian Kesra pemerintahan daerah kabupaten/kota,  kepala seksi bimas islam di kabupaten/kota, beberapa pengurus LPTQ  provinsi, terus peserta di dialog kerukunan umat beragama itu diambil dari tokoh agama yang berada di setiap organisasi islam di provinsi maluku utara," tutupnya. (Ady)

Share:
Komentar

Berita Terkini