Kasus Fee Proyek Jadi Prioritas Kejati Baru

Editor: Admin author photo
Foto:  Kejati Malut Andi Hermawan
TERNATE- Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku Utara yang baru Andi Hermawan berjanji akan mengusut tuntas dugaan kasus yang belum terselesaikan oleh pimpinan kejati lama termasuk kasus oknum jaksa yang menerima fee proyek di Biro Pengadaan Barang dan Jasa Provinsi Maluku Utara dan Kasus Dugaan menerima suap dari Kepala Puskesmas Saketa Kabupaten Halmahera Selatan.

"Sesuai arahan pimpinan kejaksaan agung telah memerintahkan kepadanya untuk mengidentifikasi problematika secara detail yang ada di wilayah Maluku Utara. Termasuk informasi dugaan permasalahan oknum jaksa,” tegas Andi Hermawan kepada awak di Ternate, Senin (30/12/2019).

Andi menuturkan, di hari pertama berkantor di kejaksaan tinggi ini masih bersifat perkenalan dan silaturahmi. Berhubung karena banyak jaksa-jaksa masih cuti natal dan tahun baru, sehingga belum sempat mengidentifikasi problematika secara detail.

"Mungkin di kesempatan berikutnya semua masalah akan dikumpulkan. Sebab saat ini masih bersifat perkenalan pejabat baru soal kasus dan hal yang menarik tentu akan mengidentifikasi dan membahas seperti apa jalan keluar penyelesaiannya,” tuturnya.

Andi juga menegaskan proses hukum soal kasus tetap akan dilakukan apalagi oknum jaksa bermasalah tidak ditutup-tutupi. Kalau ada pelanggaran tentu ada tindakan.

"Tentu saja didalami persoalan dan pasti tidak ditutupi. Kalau ada pelanggaran tentunya ada tindakan, tandasnya. 

Sambung Andi, mengenai dugaan itu perlu ada unsur faktanya. Oleh karena itu, harus didalami seperti apa persoalannya. Sedangkan soal target penanganan kasus sangat tergantung pada fakta. 

“ Makin cepat bila mana mendapatkan alat bukti. Karena sebagai aparat hukum berupaya mencari bukti dengan waktu yang cepat tentu akan lebih senang,” tutupnya. (riel) 

Share:
Komentar

Berita Terkini